Ia juga mengaku prihatin karena peristiwa tersebut berkembang menjadi polemik di media sosial. Menurutnya, niat baik berbagai pihak justru berubah menjadi kesalahpahaman.
Patmawati juga menilai pemilik kos, Mbak Mey, memiliki niat baik membantu setelah mendengar keluhan anak-anak mengenai kebutuhan makan saat dirinya sedang pulang ke Sumbawa Barat.
“Saya melihat ini murni miskomunikasi. Kita ambil sisi positifnya saja. Jangan memojokkan siapa pun,” katanya.
Ia menambahkan, selama bertahun-tahun mengelola yayasan, tidak pernah ada anak asuh yang ditelantarkan. Program-program yang dijalankan yayasan selama ini justru mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap anak-anak yang membutuhkan, tanpa menyudutkan pemerintah.
Di akhir keterangannya, Patmawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan pendampingan, mulai dari pemilik kos Mbak Mey, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, hingga Dinas Sosial Kota Denpasar yang bergerak cepat memberikan bantuan serta pendampingan kepada anak-anak selama menjalani pengobatan di Bali. (Red)
