Respons Cepat Dinsos KSB! Kadis Sosial Jenguk Anak Panti Asuhan di RS Sanglah, Pastikan Tak Ada yang Terlantar

DENPASAR, SIAR POST – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Sosial bergerak cepat merespons video viral di media sosial yang menyebut adanya anak dari Panti Asuhan Baiti NurJannah asal Sumbawa Barat terlantar saat menjalani pengobatan di Denpasar, Bali.

Sebagai bentuk kepedulian, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Ns. Kamaluddin, S.Kep., M.M., didampingi jajaran Dinas Sosial, perwakilan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa Barat, langsung mendatangi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah), Denpasar, Rabu pagi.

Di rumah sakit tersebut, rombongan menjenguk sekaligus bertemu dengan pengelola Panti Asuhan Baiti NurJannah serta Nurhayati (9), salah satu anak yang tengah menjalani pengobatan. Nurhayati mengalami Hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan berlebihan di dalam rongga otak (ventrikel)

Dalam pertemuan itu, Kadis Sosial memberikan semangat kepada anak dan pengurus panti, sekaligus memastikan seluruh hak-hak sosial anak selama menjalani pengobatan tetap terpenuhi.

Selain membahas perkembangan kondisi kesehatan, pertemuan juga membicarakan pendampingan pasien, jaminan sosial, kebutuhan dasar keluarga pendamping, hingga berbagai bentuk bantuan yang dapat diberikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Ns. Kamaluddin, S.Kep., M.M., menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu hadir untuk masyarakat yang mengalami persoalan sosial, baik berada di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat maupun di luar daerah.

“Kami Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat selalu hadir dalam setiap permasalahan sosial masyarakat, baik warga yang berada di daerah maupun di luar daerah. Untuk menangani persoalan sosial seperti saat ini di Kota Denpasar, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar,” ujarnya.

Ia bersyukur koordinasi yang dilakukan berjalan cepat sehingga kondisi anak yang sebelumnya ramai diberitakan telah mendapat penanganan.

“Alhamdulillah semuanya cepat tertangani. Anak yang dikabarkan terlantar itu sudah mendapatkan penanganan. Saat ini ada bantuan tempat tinggal sementara dari Baznas Provinsi NTB, biaya pengobatan dijamin melalui BPJS, dan Dinas Sosial juga memberikan pendampingan serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kita yang berada di Kota Denpasar,” katanya.

Menurut Kamaluddin, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menyebut dukungan dari RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat dan LPA Sumbawa Barat yang ikut datang ke Denpasar merupakan bentuk keseriusan pemerintah memastikan seluruh proses pendampingan berjalan dengan baik.

“Kami ingin memastikan masyarakat Sumbawa Barat yang sebelumnya viral mendapatkan pendampingan secara maksimal. Pemerintah akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada siaran langsung Facebook dari akun @Wanda Mevi Talia yang memperlihatkan kondisi anak-anak Panti Asuhan Baitul Jannah yang menjalani pengobatan di Bali.

Dalam siaran tersebut, Mey, warga asal Taliwang yang kini menetap di Bali, mengaku menampung rombongan panti asuhan secara gratis di rumah kos miliknya selama hampir satu bulan.

Exit mobile version