Viral Disebut Terlantar! Pengelola Panti Baiti Nurjannah Ungkap Perasaannya Usai Didatangi Pemkab Sumbawa Barat

DENPASAR, SIAR POST – Pengelola Panti Asuhan Baiti Nurjannah akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) setelah viralnya informasi di media sosial yang menyebut anak-anak panti terlantar saat menjalani pengobatan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah), Denpasar.

Pengelola panti mengaku peristiwa yang sempat memicu pro dan kontra di media sosial tersebut justru membawa hikmah besar.

Setelah ramai menjadi perhatian publik, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial turun langsung ke Denpasar untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

Dinas Sosial, turun bersama RSUD Asy-syifa, DP2KBP3A dan LPA Sumbawa Barat.

“Saya sedikit terharu. Dengan kedatangan pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, saya merasa dirangkul dan tidak sendiri menghadapi berbagai cobaan selama mendampingi anak-anak kami, khususnya Nurhayati yang sedang menjalani pengobatan di RS Sanglah,” ungkapnya saat ditemui di Denpasar, Rabu (29/7/2026).

Ia mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebenarnya telah banyak membantu panti asuhan, baik sebelum maupun sesudah hadirnya program KSB Maju.

Namun, bantuan tersebut memang belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan puluhan anak asuh, terlebih ketika harus mendampingi anak-anak berobat ke luar daerah dalam waktu yang cukup lama.

“Selama ini kami memang banyak dibantu. Hanya saja terjadi miskomunikasi sehingga muncul anggapan yang beragam di masyarakat setelah informasi itu viral. Padahal kami tidak bermaksud menyudutkan siapa pun,” jelasnya.

Menurutnya, pemberitaan dan unggahan yang beredar di media sosial memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Karena itu, ia merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ia menegaskan bahwa setelah viral, perhatian pemerintah semakin nyata. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat bahkan datang langsung ke Denpasar untuk memastikan kondisi anak-anak serta memberikan pendampingan bersama instansi terkait.

“Alhamdulillah, ada hikmah di balik semua ini. Kami merasa diperhatikan dan ada yang peduli. Anak-anak kami sekarang mendapatkan pendampingan,” katanya.

Ke depan, ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dapat semakin baik sehingga pelayanan terhadap anak-anak yang membutuhkan pengobatan bisa berjalan lebih maksimal.

Selain itu, ia berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dapat terus menjadi orang tua bagi anak-anak yatim dan terlantar, khususnya anak-anak yang diasuh di Panti Asuhan Baiti Nurjannah yang banyak merawat bayi dan balita.

“Kami berharap semua pemerintah di Kabupaten Sumbawa Barat menjadi orang tua bagi anak-anak kami. Kami juga mengajak seluruh masyarakat dan para dermawan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam ibadah ini, karena membantu anak-anak yatim bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi juga amal yang insyaallah bernilai pahala,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya melihat persoalan dari sisi negatif, tetapi mengambil hikmah dan semangat gotong royong dalam membantu anak-anak yang membutuhkan.

Di akhir pernyataannya, pengelola panti secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumbawa Barat atas berbagai bentuk bantuan yang selama ini diberikan kepada panti asuhan.

Exit mobile version