Saat Gawai Merebut Perhatian Anak, HUPPAZ Kota Mataram Ajak Ibu Kembali Jadi Madrasah Pertama

MATARAM, SIARPOST– Di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial yang semakin memengaruhi pola tumbuh kembang anak, peran orang tua, khususnya ibu, dinilai menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi. Berangkat dari kegelisahan itu, Dewan Pengurus Cabang Himpunan Alumni Pondok Pesantren Al-Aziziyah (DPC HUPPAZ) Kota Mataram menggelar Pengajian Parenting Muslimah bertajuk “Parenting Islami: Mendidik Anak dengan Ilmu, Cinta, dan Keteladanan” di Yayasan Hasaniah Bhumi Ummah.

Kegiatan yang diinisiasi Divisi Keputrian DPC HUPPAZ Kota Mataram ini menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Hj. Hani Malkan, M.Pd., sebagai narasumber. Puluhan ibu dari berbagai wilayah di Kota Mataram mengikuti kajian yang menitikberatkan pada pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Kepala Divisi Keputrian DPC HUPPAZ Kota Mataram, Baiq Sofia Rahman, mengatakan, pengajian parenting ini lahir dari kesadaran bahwa tantangan pengasuhan saat ini semakin kompleks. Karena itu, ibu perlu terus belajar agar mampu mendampingi anak sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

“Kami sengaja menghadirkan para ibu karena Islam mengajarkan Al-ummu al-madrasatu al-ūlā li-awlādihā, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibulah anak pertama kali belajar mengenal kasih sayang, adab, sopan santun, hingga nilai-nilai agama. Ketika seorang ibu terus belajar dan memperbaiki dirinya, sesungguhnya ia sedang mempersiapkan masa depan anak-anaknya,” ujar Sofia.

Menurutnya, pengajian ini bukan sekadar forum menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi para ibu untuk menghadapi berbagai persoalan pengasuhan yang muncul di era digital.

“Kami berharap pengajian ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang bertumbuh bagi para ibu. Sebab, membangun generasi yang baik selalu dimulai dari keluarga. Ketika seorang ibu memiliki ilmu, menghadirkan cinta dalam pengasuhan, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, maka di sanalah karakter anak mulai dibentuk,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Hj. Hani Malkan menegaskan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak cukup diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari kualitas iman dan akhlaknya. Anak, menurutnya, adalah amanah Allah SWT yang harus dipersiapkan menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, dan memiliki bekal ilmu untuk menghadapi kehidupan.

Ia menjelaskan, terdapat tiga pilar utama dalam pengasuhan Islami, yakni ilmu, cinta, dan keteladanan. Orang tua perlu menanamkan tauhid sejak dini, membiasakan akhlak yang baik, serta menyesuaikan pola pendidikan dengan tahapan usia anak. Pada usia dini, anak membutuhkan kasih sayang dan rasa aman. Saat memasuki usia sekolah, mereka mulai dibimbing dengan adab, disiplin, dan tanggung jawab. Sementara ketika menginjak usia remaja, orang tua dituntut menjadi sahabat yang mampu mendengar, berdialog, sekaligus membimbing anak menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Mendidik dengan cinta bukan berarti memenuhi semua keinginan anak. Cinta harus berjalan berdampingan dengan ilmu dan keteladanan. Anak akan lebih mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya daripada sekadar mendengar apa yang dikatakannya,” jelas Hj. Hani.

Suasana pengajian berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial.

Di akhir kegiatan, Hj. Hani Malkan mengapresiasi inisiatif DPC HUPPAZ Kota Mataram yang menghadirkan program parenting sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.

“Alhamdulillah, kegiatan Parenting Muslimah yang diselenggarakan Pengurus HUPPAZ Kota Mataram dapat terlaksana dengan baik. Program positif seperti ini patut menjadi inspirasi bagi pengurus HUPPAZ di daerah lain sebagai bagian dari ikhtiar menebarkan manfaat kepada masyarakat. Saya berharap HUPPAZ Kota Mataram terus mengh

Exit mobile version