NTB Kirim 79 Personel dan 30 Armada Logistik Bantu Korban Gempa NTT

MATARAM, SIAR POST — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 79 personel tanggap darurat, 30 armada, logistik, obat-obatan, hingga alat berat dikirim untuk mendukung proses penanganan bencana di wilayah terdampak.

Pelepasan tim kemanusiaan dan armada bantuan dipimpin langsung Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/8/2026).

Pelepasan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Sekda NTB, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat NTB terhadap warga NTT yang tengah menghadapi bencana.

Menurutnya, Pemprov NTB langsung menyiagakan kekuatan sejak gempa terjadi. Sekitar 30 armada disiapkan dengan dukungan anggaran operasional dan logistik.

“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap,” kata Iqbal.

Ia menilai kesiapan tersebut tidak hanya menunjukkan kepedulian NTB terhadap masyarakat NTT, tetapi juga menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki pengalaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Untuk efisiensi distribusi, sebagian besar logistik makanan disiapkan di Bima. Dari daerah tersebut, bantuan nantinya diangkut menggunakan kapal menuju wilayah NTT.

Sementara bantuan yang disiapkan dari Mataram lebih banyak berupa obat-obatan dan perlengkapan kesehatan yang berasal dari kontribusi sejumlah pihak.

“Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantuan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” ujarnya.

Tak hanya makanan dan obat-obatan, NTB juga mengirim alat berat serta kendaraan pendukung untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan dan membuka kembali akses jalan yang terputus akibat bencana.

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di wilayah Labuan Bajo dan Ende. Pemprov NTB memprioritaskan daerah dengan tingkat kerusakan paling parah, termasuk wilayah Manggarai.

Pengalaman menghadapi gempa Lombok 2018 menjadi salah satu modal penting bagi NTB dalam mengirimkan tim kemanusiaan ke NTT. Tim tidak hanya diarahkan menangani kebutuhan fisik korban, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan serta dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak yang mengalami trauma.

Puluhan Ton Beras hingga Peralatan Medis Dikirim

Bantuan yang dikirim Pemprov NTB berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, BUMN, BUMD, hingga organisasi kemanusiaan.

Dinsos P3A dan RS Universitas Mataram antara lain menyerahkan susu, sarden, abon, mi instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat dan perlengkapan kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyiapkan berbagai kebutuhan medis dan kesehatan darurat, di antaranya 37 emergency kit type A, 20 ibu hamil kit, 16 PUS kit, 20 bayi baru lahir kit, 16 ibu bersalin kit, 110 personal hygiene kit, dan 23 family kit.

Selain itu, dikirim pula dua tenda pelayanan kesehatan, dua tenda posko, 10 veltbed, serta meja dan kursi lipat.

PMI Provinsi NTB turut memberikan hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Sementara Poltekkes Kemenkes Mataram menyerahkan popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit, serta mi instan.

Dukungan juga datang dari Bank Mandiri dengan bantuan senilai Rp100 juta berupa susu, pampers bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.

Dari sisi ketahanan pangan, Pemprov NTB mengirim 21 ton cadangan beras, ditambah 3 ton beras dari Bulog. AMNT juga memberikan 10 ton beras dan selimut, sedangkan PT Narmada Awet Muda menyerahkan bantuan air mineral.

BPBD NTB mengirim 125 paket sembako, 100 lembar tikar, 175 dus air mineral, mi instan, paket pangan, terpal, serta perlengkapan lainnya.

79 Personel dan 30 Armada Dikerahkan

Untuk mendukung operasi kemanusiaan, Pemprov NTB mengerahkan 79 personel.

Sebanyak 60 personel merupakan tim medis yang terdiri atas dokter spesialis, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog.

Tim medis tersebut berasal dari Dinas Kesehatan NTB dan rumah sakit lingkup Provinsi NTB sebanyak 53 orang, RS Universitas Mataram 13 orang, serta Dinas Kesehatan Kota Mataram sebanyak empat orang.

Exit mobile version