Pertanyaan berikutnya adalah siapa figur yang paling pantas memimpin KONI NTB untuk periode 2026–2030?
Jawabannya tentu tidak hanya ditentukan oleh popularitas atau latar belakang politik. Ketua KONI NTB membutuhkan kemampuan mengelola organisasi olahraga, membangun komunikasi dengan cabang olahraga, mengonsolidasikan KONI Kabupaten/Kota, sekaligus memastikan pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.
NTB juga memiliki agenda besar ke depan, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, figur yang memiliki pengalaman kepemimpinan, kemampuan membangun jaringan, serta memahami persoalan olahraga prestasi akan menjadi pertimbangan penting.
Dalam konteks tersebut, nama H. W. Musyafirin memiliki sejumlah modal untuk diperhitungkan.
Pengalaman dua periode memimpin Sumbawa Barat, ditambah posisinya sebagai Ketua Perpani NTB, membuatnya memiliki kombinasi pengalaman pemerintahan dan organisasi olahraga.
Namun, satu hal yang paling menentukan tetap dukungan pemilik suara. (Red)
