38 Alsintan Diserahkan, Distanbun Dompu Dorong Petani Naik Kelas dan Percepat Swasembada Pangan

Kadis Pertanian Dompu dan Bupati Dompu saat penyerahan Alsintan kepada warga. (Dok. Istimewa)

DOMPU NTB, SIAR POST — Pemerintah Kabupaten Dompu terus mendorong modernisasi sektor pertanian sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan dan swasembada pangan. Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), sebanyak 38 alat dan mesin pertanian (alsintan) diserahkan kepada kelompok tani penerima manfaat.

Penyerahan alsintan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Rabu (19/8/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian Distanbun Dompu Tahun Anggaran 2026. Bantuan diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual hingga mempercepat penanganan pascapanen.

Kepala Distanbun Dompu Syahrul Ramadhan, S.P. mengatakan, penerima bantuan merupakan kelompok tani yang terdaftar dalam SIMLUHTAN. Menurutnya, pemberian alsintan tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan pola pertanian dari konvensional menuju pertanian yang lebih modern dan efisien.

“Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu terus mengoptimalkan penerapan pola kemitraan dengan lembaga legislatif dalam mendukung pencapaian swasembada pangan melalui penjaringan aspirasi di tingkat kelompok tani,” jelas Syahrul.

Adapun bantuan yang diserahkan terdiri dari 38 unit hand traktor, 2 unit combine harvester, dan 1 unit traktor roda empat.

Sejumlah kelompok tani yang menerima bantuan secara simbolis di antaranya Kelompok Tani Nangka III Desa Matua, Kecamatan Woja yang memperoleh combine harvester; Kelompok Tani Tolo Temba I Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa yang memperoleh combine harvester; Kelompok Tani Ngawa Sama Desa Doropeti, Kecamatan Pekat yang memperoleh traktor roda empat; Kelompok Tani Pede Mele Desa Calabai, Kecamatan Pekat yang memperoleh hand traktor; serta Kelompok Tani Rasabou Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u yang memperoleh hand traktor.

Dompu Surplus Beras

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan posisi strategis Dompu sebagai salah satu daerah penyangga pangan NTB sekaligus pangan nasional.

Bambang menyebut, pada 2026 Dompu mengalami surplus produksi padi. Dari kebutuhan pangan penduduk yang mencapai sekitar 287 ribu jiwa, Dompu disebut masih memiliki kelebihan produksi sekitar 41 ribu ton beras.

“Dompu adalah salah satu daerah penyangga pangan Provinsi NTB dan pangan nasional. Ini terbukti pada 2026 Dompu mengalami surplus,” kata Bambang.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sektor pertanian Dompu mendapatkan perhatian untuk terus diperkuat, termasuk melalui dukungan mekanisasi pertanian.

Namun, pemerintah menyadari sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan dan anomali iklim yang dapat memicu krisis air, rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta masih dominannya pola budidaya konvensional menjadi pekerjaan yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, menurut Bambang, mekanisasi harus berjalan beriringan dengan pendampingan dan edukasi kepada petani.

“Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan harus terus memberikan pendampingan dan edukasi untuk pengelolaan sistem budidaya pertanian modern dan sistematis dengan dukungan mekanisasi pertanian,” ujarnya.

Distanbun Buka Ruang Pengawasan

Di sisi lain, Distanbun Dompu menegaskan pentingnya pengawasan masyarakat terhadap program bantuan pertanian, termasuk penggunaan alsintan yang telah disalurkan.

Syahrul bahkan secara terbuka mengajak wartawan dan LSM ikut mengawasi pelaksanaan program pertanian di lapangan.

Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan kelompok tani dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas. Namun, pengawasan tersebut diharapkan dilakukan secara objektif dan konstruktif.

“Pengawasan alsintan ini dilakukan secara objektif dan konstruktif, bukan sekadar mencari kesalahan antara pihak dinas dengan kelompok penerima maupun pihak lainnya,” tegas Syahrul.

Pemerintah daerah berharap kelompok tani penerima mampu menjaga, merawat dan menggunakan seluruh bantuan sesuai peruntukannya. Dengan begitu, alsintan tidak berhenti sebagai bantuan pemerintah, tetapi benar-benar menjadi alat produksi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kesejahteraan petani Dompu.

Bagi Distanbun Dompu, modernisasi pertanian bukan sekadar soal menghadirkan mesin ke tengah sawah. Lebih jauh, mekanisasi diharapkan menjadi bagian dari perubahan wajah pertanian Dompu agar semakin produktif, efisien, menarik bagi generasi muda dan mampu mempertahankan posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan NTB. (Red)

Exit mobile version