Viral Warga Lombok Tengah Keluhkan Beras Diduga Bantuan Pangan Berkutu dan Berbau: “Bagaimana Mau Perbaiki Gizi?”

LOMBOK TENGAH, SIAR POST – Sebuah unggahan warga terkait kondisi beras yang diduga berasal dari program bantuan pangan menjadi perhatian di media sosial.

Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Facebook Hastuti Hadiah. Dalam unggahannya, warga tersebut mengaku menerima beras dari adiknya dan telah diberi tahu sebelumnya bahwa kondisi beras tersebut kurang baik.

Saat membuka karung beras, ia mengaku menemukan kondisi beras yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Menurut pengakuannya, beras tersebut terlihat mengalami perubahan warna, terdapat kutu, sebagian tampak menguning hingga menghitam, serta mengeluarkan aroma yang dinilai kurang sedap.

“Bisa dilihat berasnya sudah kurang layak. Saya lihat ada kutunya, agak kuning, agak berbau, kurang layak dikonsumsi oleh masyarakat,” demikian inti keluhan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Dalam karung beras yang diperlihatkan dalam unggahan, terdapat tulisan yang mengarah pada program pangan pemerintah. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan secara detail asal-usul beras tersebut, termasuk apakah benar berasal dari bantuan pangan tertentu dan program pemerintah yang mana.

Warga tersebut juga mempertanyakan kualitas pangan yang diterima masyarakat, khususnya di tengah perhatian pemerintah terhadap perbaikan ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat.

Ia menilai, kualitas bahan pangan yang dibagikan kepada masyarakat harus menjadi perhatian serius.

“Pemerintah saat ini sedang menggalakkan perbaikan pangan dan gizi. Bagaimana bisa memperbaiki gizi masyarakat kalau beras bantuan pangan yang diterima kondisinya tidak layak?” demikian keluhan yang disampaikan.

Dalam video atau unggahan yang beredar, warga tersebut turut meminta agar persoalan kualitas beras mendapat perhatian dan pengawasan.

Ia meminta pihak terkait, termasuk Bulog, untuk lebih berhati-hati dalam memastikan kualitas beras sebelum sampai ke tangan masyarakat.

“Mohon diawasi Bulog, tolong lebih hati-hati dan perhatikan ini,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Persoalan ini tentu perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Sebab, hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti sumber distribusi beras tersebut, jenis program bantuannya, waktu penyaluran, serta bagaimana proses penyimpanan beras sebelum diterima oleh masyarakat.

Kondisi beras dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk masa penyimpanan, kondisi gudang, proses distribusi, maupun faktor lainnya. Karena itu, diperlukan pemeriksaan langsung terhadap sampel beras dan penelusuran asal distribusinya agar persoalan ini tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Saat unggahan tersebut viral dan menjadi perhatian, belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah maupun Perum Bulog terkait beras yang dikeluhkan tersebut.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait mengenai asal beras, program bantuan yang dimaksud, serta kondisi beras yang dikeluhkan warga tersebut.

Bantuan pangan bukan sekadar soal beras sampai ke tangan penerima, tetapi juga memastikan pangan yang diterima benar-benar layak dan aman untuk dikonsumsi. (Red)

Exit mobile version