LOMBOK UTARA,SIARPOST— Misteri identitas jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Terengan, Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara (KLU), belum juga menemui titik terang. Polisi kini menelusuri petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, salah satunya sebuah telepon seluler yang diduga kuat mengarah pada warga negara Polandia.
Jenazah tersebut ditemukan warga pada Selasa (11/08/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan cukup berat. Kondisi tersebut membuat proses pengenalan secara fisik menjadi salah satu kendala utama dalam mengungkap identitas korban.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta mengatakan, hingga saat ini polisi belum mendapatkan identitas pasti korban. Dugaan korban merupakan warga Polandia muncul setelah petugas menemukan sebuah telepon seluler di sekitar lokasi penemuan jenazah.
Petunjuk tersebut kemudian diperiksa oleh tim teknologi informasi (IT). Dari hasil pemeriksaan, perangkat tersebut diketahui menggunakan bahasa Polandia.
“Indikasinya dari Polandia. Sudah kita sampaikan ke konsulat dan kedubesnya. Belum ada juga konfirmasi dari keluarganya,” ujar Agus, Selasa (01/09/2026).
Polisi pun masih menunggu kemungkinan adanya informasi dari pihak konsulat maupun Kedutaan Besar Polandia yang dapat menguatkan petunjuk tersebut, termasuk kemungkinan adanya laporan orang hilang yang memiliki keterkaitan dengan korban.
“Identitas pastinya belum ada. Kita mengindikasikan Polandia karena saat ditemukan di TKP ada handphone. Menurut pemeriksaan dari IT, bahasanya bahasa Polandia,” jelasnya.
Selain petunjuk dari telepon seluler, pemeriksaan awal terhadap jenazah juga menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban. Di bagian leher, petugas menemukan luka lecet tekan yang melingkar. Polisi juga menemukan tali yang masih dalam kondisi terikat pada bagian leher korban.
Sejumlah luka lainnya ditemukan pada bagian tangan, lengan, perut, paha, serta beberapa bagian tubuh lainnya. Namun, hingga kini polisi belum menyimpulkan hubungan tanda-tanda tersebut dengan penyebab kematian korban.
Penyebab kematian juga masih menjadi bagian dari penyelidikan. Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak pidana atau faktor lainnya dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta informasi pendukung.
“Belum,” kata Agus saat ditanya mengenai penyebab kematian korban.
Saat ini jenazah berada di RS Bhayangkara. Sebelumnya, jenazah sempat dibawa ke rumah sakit di tingkat provinsi lantaran RS Bhayangkara tengah menjalani renovasi. Namun, kondisi rumah sakit di tingkat provinsi yang juga mengalami kelebihan kapasitas membuat penanganan jenazah selanjutnya kembali dikoordinasikan.
Polisi bersama pihak terkait kini menunggu kemungkinan munculnya informasi baru yang dapat membuka identitas korban. Koordinasi dengan Dinas Sosial juga dilakukan, termasuk terkait penanganan dan kemungkinan pemakaman apabila identitas korban tidak kunjung diketahui dalam batas waktu yang ditentukan.
“Kita pastikan prosedur penanganan terhadap jenazah tanpa identitas telah dilakukan dan kami juga masih menunggu kemungkinan adanya informasi dari pihak keluarga, konsulat, maupun Kedutaan Besar Polandia yang dapat menjadi titik terang dalam mengungkap identitas korban,” tutupnya.(Niss)
