WhatsApp Plh Sekda Dompu Diduga Dibajak? Usai Minta Pinjaman Rp3 Juta, Nomor Ini Kirim File APK Undangan Pernikahan

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

DOMPU, SIAR POST — Nomor WhatsApp yang diketahui digunakan oleh H. Khairul Insyan, SE., MM., yang saat ini bertugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, diduga menjadi sasaran penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut terlihat dari aktivitas pesan WhatsApp yang diterima sejumlah pihak. Sebelumnya, nomor tersebut mengirim pesan yang meminta bantuan berupa pinjaman uang sebesar Rp3 juta.

Dalam pesan tersebut, pengirim meminta agar uang ditransfer ke sebuah rekening bank atas nama Andika dengan alasan dana akan dikembalikan pada keesokan paginya.

Namun, aktivitas komunikasi dari nomor tersebut kembali menjadi perhatian. Pada Kamis, 3 September 2026, nomor WhatsApp yang sama terlihat mengirim sebuah file bertuliskan “UNDANGAN-PERNIKAHAN” dalam format APK.

File tersebut berukuran sekitar 114 MB dan dikirim melalui WhatsApp.

Pengiriman file APK dengan modus undangan pernikahan seperti ini patut diwaspadai. Modus serupa diketahui kerap digunakan untuk menyebarkan aplikasi berbahaya dengan cara membuat penerima percaya bahwa file tersebut merupakan undangan yang harus dibuka atau dipasang.

Masyarakat diimbau tidak langsung membuka maupun menginstal file APK tersebut, terlebih apabila dikirim secara tiba-tiba dari nomor yang dikenal tetapi pola komunikasinya terlihat tidak biasa.

Jika nomor WhatsApp seorang pejabat tiba-tiba meminta uang, mengirim rekening berbeda, kemudian mengirim file APK, kondisi tersebut perlu dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pemilik nomor melalui jalur komunikasi lain.

Hingga berita ini disusun, belum dapat dipastikan apakah akun WhatsApp tersebut benar-benar telah diretas, diambil alih, atau terdapat penyalahgunaan nomor oleh pihak lain.

Karena itu, penggunaan kata “diduga” menjadi penting sampai ada keterangan resmi dari pemilik nomor maupun pihak berwenang.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar semakin berhati-hati terhadap modus penipuan digital. Jangan mudah percaya pada pesan yang meminta transfer uang dan jangan sembarangan menginstal file APK, meskipun dikirim menggunakan nama atau nomor orang yang dikenal.

Jika menerima pesan serupa dari nomor tersebut, masyarakat sebaiknya tidak melakukan transfer maupun membuka file APK sebelum memastikan langsung kepada H. Khairul Insyan melalui saluran komunikasi yang terpercaya. (Red)

Exit mobile version