Air Gili Trawangan Kembali Menyala, 10 Hotel yang Terancam Tutup Bisa Beroperasi Lagi

LOMBOK UTARA.SIARPOST — Krisis air bersih di Gili Trawangan mulai menemukan titik terang. Setelah sempat mengancam operasional sejumlah akomodasi, saluran air yang dikelola PT TCCN akhirnya kembali dihidupkan pada Kamis (10/9) sekitar pukul 05.00 WITA.

Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, mengatakan pengaktifan kembali layanan tersebut dilakukan setelah Kapolda NTB turun langsung dan berkomunikasi dengan pihak PT TCCN.

Menurutnya, air belum langsung mengalir ke pelanggan karena sistem harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Produksi air laut menjadi air bersih membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sebelum distribusi dapat dilakukan secara bertahap.

“Air sudah dihidupkan kembali. Tinggal menunggu proses produksi dua sampai tiga jam, insyaallah air sudah bertahap akan mengalir kembali,” kata Lalu Kusnawan Jumat 11/10/2026

Kembalinya pasokan air tersebut menjadi kabar penting bagi pelaku usaha pariwisata di Gili Trawangan. Sebab, persoalan air tidak hanya menyangkut kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menentukan apakah hotel dapat tetap menerima dan melayani tamu.

Kusnawan mengungkapkan, jika persoalan air berlanjut hingga Sabtu, jumlah hotel yang terdampak dan berpotensi menghentikan operasional bisa mencapai 10 hotel.

“Alhamdulillah air ini on, jadi 10 hotel yang seharusnya tutup bisa beroperasi kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat tiga hotel yang sudah tidak dapat beroperasi akibat persoalan pasokan air. Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 10 hotel.

Dengan kembali dihidupkannya saluran air, hotel-hotel tersebut kini memiliki peluang untuk kembali menjalankan aktivitas operasionalnya.

Meski demikian, Kusnawan menegaskan persoalan ini belum sepenuhnya selesai. Keberlanjutan pasokan air masih menjadi perhatian, terutama terkait proses perizinan yang hingga kini masih harus diselesaikan.

Ia berharap dukungan pemerintah dan Forkopimda NTB dapat memastikan persoalan tersebut tidak kembali terjadi. Kapolda NTB, kata dia, juga telah menyatakan akan mengawal persoalan perizinan tersebut.

“Kita berharap, apalagi dengan adanya dukungan dari Forkopimda di NTB dan Pak Gubernur juga sudah berjanji untuk mengawal masalah perizinan ini. Kita kan perizinan perlu proses,” katanya.

Kusnawan menilai persoalan air di Gili Trawangan harus segera mendapatkan solusi permanen. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, keberlangsungan layanan dasar seperti air bersih dinilai sangat menentukan keberlangsungan industri pariwisata.

Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah, jajaran Forkopimda, khususnya Kapolda NTB, serta pihak-pihak yang ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga ini menjadi hal yang permanen,” harapnya.

Menurut Kusnawan, penyelesaian persoalan air juga menjadi momentum untuk membenahi berbagai tantangan lain yang masih dihadapi sektor pariwisata, khususnya di Gili Trawangan dan destinasi wisata lainnya di NTB.(Niss)

Exit mobile version