Bukan Sekadar Sepiring Nasi, Chili Community House Pilih Duduk Bersama Warga Gomong

MATARAM, SIARPOST— Sepiring makanan mungkin hanya mampu mengatasi rasa lapar untuk sesaat. Namun bagi Yayasan Chili Community House, pertemuan di meja makan bisa menjadi awal untuk mengetahui persoalan yang lebih besar di tengah masyarakat.

Melalui program “Berbagi Makanan, Berbagi Kasih”, Chili Community House mulai menyasar masyarakat yang membutuhkan di wilayah Gomong, Mataram. Kegiatan perdana digelar pada 10 September 2026 di area Kantor Lurah Gomong dengan sasaran sekitar 100 orang.

Pendiri Yayasan Chili Community House, Noor Ain Husein,Kamis 10/09/2026,mengatakan program tersebut sengaja dibuat dengan konsep berbeda. Warga tidak sekadar menerima nasi bungkus untuk kemudian pulang, tetapi diajak datang, mengambil makanan secara prasmanan, lalu duduk dan makan bersama.

Menurutnya, konsep tersebut merupakan bagian penting dari tujuan program. Chili Community House ingin menjadikan makanan sebagai pintu masuk untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya datang, memberikan nasi, lalu pulang. Kami ingin duduk bersama mereka, makan bersama, mendengar cerita mereka dan mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Karena bagi kami, membantu seseorang bukan hanya tentang apa yang kita berikan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk mereka.”

Noor menjelaskan, program tersebut lahir dari upaya mencari wilayah di Mataram yang masih memiliki masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap makanan yang layak dan bergizi.

Gomong kemudian menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. Di tengah perkembangan perkotaan, masih terdapat masyarakat kurang mampu, fakir miskin, gelandangan, lansia, hingga anak-anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan.

Pertemuan langsung dengan warga diharapkan dapat membantu relawan melihat kondisi mereka secara lebih dekat. Dari obrolan sederhana saat makan bersama, berbagai kebutuhan warga bisa diketahui dan menjadi bahan untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya.

Program ini juga memberikan perhatian terhadap anak-anak yang berada dalam kondisi rentan, termasuk anak-anak yang kerap berada di jalan untuk berjualan maupun mengemis.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar persoalan tidak hanya dilihat dari kondisi anak ketika berada di jalan, tetapi juga dapat ditelusuri lebih jauh melalui kondisi keluarga dan lingkungan mereka.

Chili Community House berharap, pendekatan secara langsung dapat membuka peluang bagi anak-anak tersebut untuk memperoleh akses pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.

“Kami mungkin tidak bisa membantu semua orang, tetapi semua orang bisa membantu seseorang. Kadang perubahan tidak dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari sepiring makanan, duduk di meja yang sama, mendengarkan satu cerita, lalu mencari tahu apa yang bisa kita lakukan selanjutnya,” kata Noor.

Chili Community House memastikan kegiatan tersebut bukan program sesaat. Setelah kegiatan perdana, makan bersama direncanakan berlangsung rutin setiap
Sabtu dan Minggu saat waktu makan siang.

Keberlanjutan program menjadi penting agar relasi yang dibangun dengan warga tidak berhenti setelah makanan dibagikan.

Ke depan, Chili Community House juga membuka peluang keterlibatan lebih banyak pihak, khususnya dokter, dokter gigi, perawat, tenaga kesehatan maupun relawan kesehatan.

Jika dukungan tersebut terwujud, kegiatan makan bersama dapat dikembangkan dengan pemeriksaan kesehatan dasar bagi warga, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kesehatan gigi dan pemeriksaan sederhana lainnya.

Bagi Noor, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah piring yang terisi.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu menemukan warga yang membutuhkan perhatian lebih, memahami persoalan mereka, kemudian mencari jalan keluar bersama.

Sebab, menurut Chili Community House, kepedulian tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.

Kadang, kepedulian cukup dimulai dengan duduk di meja yang sama, berbagi makanan, mendengarkan cerita, lalu memilih untuk tidak pergi begitu saja.(Niss)

Exit mobile version