“Kita tidak berbicara tentang pengakuan, tapi kita berbicara tentang pembuktian. Kalau kemudian yang bersangkutan merasa dirugikan atas sikap dan perilaku saya, silakan laporkan saya ke aparat penegak hukum,” ujar K.
Terkait rekaman suara yang beredar dan disebut-sebut berkaitan dengan dirinya, K juga mengaku belum dapat memastikan kebenaran rekaman tersebut.
“Soal rekaman yang beredar itu saya juga tidak tahu. Saya juga belum bisa mengatakan apakah itu rekaman suara saya atau tidak,” katanya.
Kini, setelah laporan SRI masuk ke DPD Hanura NTB, publik menunggu langkah partai dalam menangani persoalan tersebut.
Apakah polemik ini akan berhenti sebagai isu di tengah masyarakat atau justru berkembang menjadi pemeriksaan internal partai, jawabannya akan terlihat setelah K memenuhi panggilan klarifikasi dari Partai Hanura.
Yang jelas, SRI meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut citra partai sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat. (Red).
