Sekolah Rakyat KLU Kejar Fasilitas Utama, 595 Siswa Siap Ikuti MPLS 21 September

LOMBOK UTARA,SIARPOST— Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Permanen Terintegrasi 1 Kabupaten Lombok Utara terus dikebut. Sejumlah fasilitas utama sekolah di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, kini menjadi fokus percepatan sebelum siswa mulai dimobilisasi pada 20 September 2026.

Kepala Bidang Dayasos Dinas Sosial Lombok Utara, Sukardim Husein, mengatakan persiapan tersebut dibahas dalam rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang digelar untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan lancar.

Dalam rapat tersebut, sejumlah OPD dilibatkan sesuai tugas masing-masing. Dinas Lingkungan Hidup berkaitan dengan pengelolaan persampahan, Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan gratis siswa sebelum masuk asrama, serta Bagian Umum dan Protokol untuk mendukung rangkaian pelaksanaan MPLS.

“Ini rapat persiapan MPLS untuk siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Pembukaan MPLS rencananya dilaksanakan 21 September 2026 di SR Permanen Terintegrasi 1,” ujar Sukardim,Senin 14/09/2026

Di sisi lain, percepatan pembangunan fasilitas sekolah juga terus dilakukan. Dalam rapat tersebut, pihak satuan kerja (Satker) dan kontraktor turut memberikan penjelasan terkait progres pembangunan serta fasilitas yang menjadi prioritas untuk menunjang pelaksanaan MPLS.

Sukardim menyebut sejumlah fasilitas utama ditargetkan sudah siap pada 19 September. Dengan demikian, pada 20 September siswa sudah dapat dimobilisasi menuju lokasi sekolah dan asrama.

“Targetnya tanggal 19 sudah ready. Artinya tanggal 20 September mobilisasi siswa, kemudian tanggal 21 September pembukaan MPLS,” jelasnya.

Fasilitas yang menjadi prioritas tersebut mencakup **asrama putra dan putri, rusun untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, aula atau gedung serbaguna, serta masjid.

Menurut Sukardim, percepatan dilakukan agar kebutuhan dasar siswa selama mengikuti program Sekolah Rakyat dapat terpenuhi sejak awal masuk.

Sementara itu, untuk gedung sekolah, proses pembangunan masih menjadi bagian yang dikejar. Karena itu, fasilitas yang dianggap paling mendesak untuk menunjang MPLS menjadi prioritas pengerjaan.

“Untuk menunjang MPLS ini ada beberapa gedung yang direkomendasikan dan itu yang dikejar,” katanya.

Di tengah percepatan pembangunan fasilitas, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat juga telah ditetapkan. Berdasarkan data terbaru yang diterima Dinas Sosial, terdapat sekitar 595 siswa yang akan mengikuti program tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 270 siswa berasal dari Lombok Utara, sedangkan lainnya berasal dari beberapa kabupaten lain di NTB, di antaranya Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa.

Sukardim mengatakan data rinci mengenai sebaran asal seluruh siswa masih berada pada Dinas Sosial dan akan menjadi bagian dari persiapan teknis selanjutnya.

Dengan waktu pelaksanaan MPLS yang tinggal hitungan hari, pemerintah kini tidak hanya mematangkan agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga memastikan fasilitas asrama, kesehatan, kebersihan, hingga kebutuhan dasar siswa siap digunakan.

Keberadaan 595 siswa dari sejumlah kabupaten, tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola untuk memastikan proses kedatangan dan penempatan siswa di Sekolah Rakyat berjalan tertib sejak hari pertama.(Niss)

Exit mobile version