Ketua Umum Sasaka Nusantara Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Santri, Minta Polres Lombok Tengah Bertindak

LOMBOK TENGAH, SIAR POST – Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB, YMH. Lalu Ibnu Hajar, angkat bicara terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang disebut melibatkan seorang pimpinan pondok pesantren berinisial AIS alias Abah.

Lalu Ibnu Hajar menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah Yusron dan Sukma, yang disebut sebagai alumni Ponpes Abul Barokat, dalam mengungkap dugaan pelecehan seksual yang diduga dialami sejumlah santri.

Menurutnya, persoalan tersebut harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum (APH), terutama karena laporan mengenai kasus tersebut disebut telah disampaikan sejak 2025.

“Kami Sasaka Nusantara NTB mengapresiasi dan mendukung langkah Yusron dan Sukma untuk membongkar dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Abah AIS,” ujar Lalu Ibnu Hajar.

Ia menyebut dugaan kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu orang korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sejumlah santri yang disebut menjadi korban.

Karena itu, Sasaka Nusantara NTB meminta Polres Lombok Tengah dan penyidik menangani perkara tersebut secara serius dengan tetap mengedepankan proses hukum dan pembuktian.

Lalu Ibnu Hajar juga mengkhawatirkan adanya kemungkinan tekanan atau intimidasi terhadap korban maupun saksi. Ia meminta aparat memastikan seluruh pihak yang memberikan keterangan dalam perkara tersebut mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum.

“Kami mengharapkan APH, pemerintah dan dinas terkait untuk segera bertindak. Jangan biarkan korban dan saksi mendapatkan intimidasi,” tegasnya.

Ia secara khusus menyebut Yusron dan Sukma sebagai pihak yang perlu mendapat perhatian dan perlindungan dalam proses pengungkapan perkara tersebut.

Terkait permintaan penangkapan dan penahanan terhadap terlapor, Lalu Ibnu Hajar meminta aparat mempertimbangkannya berdasarkan ketentuan hukum dan hasil penyidikan, termasuk apabila memang terdapat alasan hukum yang memenuhi syarat.

Menurutnya, dugaan pelecehan seksual terhadap santri merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan profesional, transparan, serta berpihak pada proses hukum dan perlindungan korban.

Sasaka Nusantara NTB berharap kasus tersebut dapat segera memperoleh kejelasan melalui proses hukum yang objektif. Ia juga meminta semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Save Yusron, Save Sukma,” pungkas Lalu Ibnu Hajar. (Red).

Exit mobile version