LOMBOK UTARA,SIARPOST— Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Utara mulai berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Utara turun langsung menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak.
Ketua BAZNAS Lombok Utara, Slamet Riadi, S.Pd., mengatakan penyaluran air bersih telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir sebagai bentuk respons terhadap kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
“BAZNAS Kabupaten Lombok Utara dalam hal ini tanggap bencana kekeringan. Insya Allah siap siaga membantu masyarakat kita yang terdampak kekeringan pada tahun ini,” kata Slamet,Selasa 29/09/2026
Hingga saat ini, BAZNAS KLU telah menyalurkan sekitar 17 tangki air bersih, ke sembilan titik di sejumlah kecamatan. Dengan kapasitas sekitar 5.000 liter per tangki, total air yang telah didistribusikan mencapai 85.000 liter.
Penyaluran tersebut menyasar wilayah Kecamatan Bayan, Pemenang, Kayangan hingga Gangga yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Di Kecamatan Bayan, permohonan bantuan antara lain berasal dari Desa Sambik Elen, Segenter, Sukadana dan Andalan. Sementara di Kecamatan Kayangan terdapat Desa Salut dan Selengen.
Sedangkan di Kecamatan Pemenang, bantuan telah disalurkan ke wilayah Desa Pemenang Timur. Untuk Kecamatan Gangga, distribusi dilakukan di Desa Genggelang, termasuk wilayah yang sebelumnya telah mendapat bantuan.
Slamet mengatakan, berdasarkan pemetaan sementara, Kecamatan Bayan dan Kayangan menjadi wilayah yang cukup banyak mengalami dampak kekeringan. Namun, permohonan bantuan yang masuk ke BAZNAS saat ini juga cukup banyak berasal dari wilayah Pemenang.
“Yang paling terdampak itu sebenarnya di Kecamatan Bayan sama Kecamatan Kayangan. Tetapi yang masuk banyak dari Bayan sama Pemenang. Kayangan baru dua desa dan di Gangga juga baru Desa Genggelang,” ujarnya.
Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat BAZNAS KLU tidak berhenti pada penyaluran yang sudah dilakukan. Slamet memastikan pihaknya menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu desa-desa yang membutuhkan suplai air bersih.
BAZNAS juga meminta pemerintah desa lebih proaktif menyampaikan kondisi wilayahnya agar kebutuhan air dapat dipetakan dan penyaluran bantuan bisa dilakukan berdasarkan data lapangan.
“Kami berharap proaktif juga dari pemerintah desa untuk menyampaikan kepada kami BAZNAS Kabupaten Lombok Utara bagi desa yang terdampak, supaya kami bisa memetakan kebutuhan-kebutuhan air bagi masyarakat kita,” jelasnya.
Dalam pendistribusian air bersih tersebut, BAZNAS KLU juga menggandeng Laznas Dewan Da’wah, yang memiliki armada tangki untuk mengangkut dan menyuplai air kepada masyarakat.
BAZNAS menanggung kebutuhan operasional distribusi, mulai dari pembelian air, bahan bakar minyak (BBM), hingga biaya transportasi sopir.
Menurut Slamet, langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut mengambil bagian dalam membantu warga yang tengah kesulitan mendapatkan air bersih.
“Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak. Kami juga berharap masyarakat yang punya kelebihan rezeki bisa bersama-sama bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih,” pungkasnya.(Niss)
