LOMBOK UTARA,SIARPOST— Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika kembali menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus mengejar peningkatan omzet.
Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Lombok Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop) tahun ini belum dapat memberikan dukungan langsung untuk mengikutsertakan UMKM dalam ajang tersebut.
Kepala Dinas Perindakop Lombok Utara, Nurdin Haris, mengatakan pihaknya sebenarnya telah mengusulkan dukungan untuk kegiatan tersebut karena keikutsertaan UMKM dalam perhelatan MotoGP selama ini menjadi agenda yang rutin dilakukan.
Namun, kondisi keuangan daerah membuat dukungan tersebut belum dapat direalisasikan pada tahun ini.
“Kalau kami tetap mengusulkan karena sudah merupakan kegiatan rutin. Bukan kami saja, Dinas Pariwisata juga rutin ikut. Cuma mungkin karena kondisi keuangan,” kata Nurdin, Senin 28/09/2026
Meski dukungan pemerintah daerah belum tersedia, peluang UMKM Lombok Utara untuk tampil di tengah gelaran MotoGP tidak sepenuhnya tertutup.
Nurdin menyebut, terdapat sekitar dua hingga tiga UMKM Lombok Utara yang memilih ikut secara mandiri, dengan mengambil booth dalam rangkaian perhelatan MotoGP.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan pelaku UMKM mulai melihat keikutsertaan dalam event berskala besar bukan semata bergantung pada fasilitasi pemerintah. Mereka juga mulai menghitung sendiri potensi pasar dan omzet yang bisa diperoleh selama gelaran berlangsung.
“Syukurlah teman-teman UMKM justru termotivasi untuk bisa ikut mandiri. Mereka sudah menghitung omzet yang bisa didapatkan selama perhelatan itu,” ujarnya.
Nurdin mengatakan, kondisi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa event MotoGP masih memiliki daya tarik ekonomi bagi pelaku UMKM. Keikutsertaan secara mandiri menjadi pilihan ketika peluang pasar dinilai cukup menjanjikan.
Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, Dinas Perindagkop memiliki rencana untuk membawa lebih banyak UMKM Lombok Utara ke ajang tersebut.
Dalam skema yang biasa disiapkan, pemerintah daerah dapat mengambil sekitar tiga hingga lima booth, dengan masing-masing booth dapat diisi dua hingga tiga UMKM. Dengan pola tersebut, sedikitnya sekitar 15 UMKM, berpotensi mendapatkan ruang untuk memasarkan produknya selama event berlangsung.
“Tahun depan insyaallah tetap kami usulkan. Harapan kami tentunya tetap mendapat dukungan, karena dampaknya bagi UMKM yang kami libatkan cukup besar,” katanya.
Menurut Nurdin, kehadiran UMKM dalam event MotoGP bukan hanya berkaitan dengan kesempatan berjualan selama beberapa hari. Ajang tersebut juga membuka ruang promosi produk daerah kepada pengunjung dari berbagai daerah yang datang ke Mandalika.
Meski demikian, untuk pelaksanaan tahun ini, Nurdin memastikan pihaknya tetap mendorong pelaku usaha agar dapat memanfaatkan peluang yang tersedia secara mandiri.
Ia juga belum memastikan apakah tidak adanya dukungan tahun ini secara khusus berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, persoalan tersebut lebih tepat dijelaskan oleh pihak yang memiliki kewenangan terkait kebijakan anggaran.
“Yang jelas kami tetap mengusulkan untuk kegiatan rutin itu,” tegasnya.(Niss)
