MANDALIKA, SIARPOST – Momen penuh haru mewarnai gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Puluhan sahabat difabel NTB yang didampingi NTB Care mendapat kunjungan langsung dari tim Community Development (Comdev) ITDC The Mandalika saat menikmati fasilitas Hospitality VIP Luxury Tent, Sabtu (11/10/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi. Kehadiran tim Comdev ITDC menjadi momen berharga bagi para sahabat difabel yang untuk pertama kalinya merasakan pengalaman menyaksikan ajang balap motor dunia dari ruang VIP mewah di kawasan sirkuit internasional Mandalika.
Raut bahagia dan ucapan terima kasih mengalir dari para sahabat difabel. Bagi mereka, pengalaman tersebut bukan hanya tentang menikmati kemeriahan MotoGP, tetapi juga merasakan kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari perhelatan olahraga internasional di daerah sendiri.
Salah satu momen paling menyentuh datang dari Rizal, sahabat difabel tuna rungu. Melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh pendampingnya, Rizal mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih ITDC, terima kasih Comdev. Ini hal baru bagi saya. Selama ini saya hanya bisa mendengar cerita motor dari getaran saja. Hari ini saya bisa merasakan langsung euforianya, mewahnya, dan kami diperlakukan sama seperti tamu VIP lainnya. Kami sangat dimuliakan,” ungkap Rizal.
Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa berarti kesempatan yang diberikan kepada para sahabat difabel. Mereka tidak hanya hadir untuk menyaksikan MotoGP, tetapi juga merasakan penerimaan, penghormatan, dan pengalaman yang selama ini mungkin sulit mereka bayangkan.
Comdev ITDC Belajar Bahasa Isyarat, Suasana Kian Mengharukan
Suasana semakin hangat ketika tim Comdev ITDC berusaha berkomunikasi dengan Rizal dan sahabat difabel lainnya menggunakan bahasa isyarat.
Dengan gerakan tangan, mereka mencoba menyampaikan ungkapan “sama-sama bahagia”. Meski sederhana, upaya tersebut menghadirkan momen kebersamaan yang menyentuh.
Perbedaan cara berkomunikasi tidak menjadi penghalang untuk saling memahami. Di tengah kemeriahan MotoGP Mandalika, interaksi itu memperlihatkan bahwa perhatian dan kepedulian dapat disampaikan melalui berbagai cara, termasuk tanpa sepatah kata.
Bagi para sahabat difabel, sikap tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman mereka selama berada di Hospitality VIP Luxury Tent.
Direktur NTB Care, Yuni Bourhany, menyampaikan apresiasi kepada ITDC, khususnya Divisi Community Development ITDC The Mandalika, yang telah meluangkan waktu menemui para sahabat difabel.
Menurut Yuni, kehadiran tim Comdev ITDC memiliki makna lebih dari sekadar kunjungan karena menjadi bentuk perhatian terhadap keberadaan dan hak para penyandang disabilitas untuk menikmati kegiatan berskala internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Comdev ITDC yang hari ini meluangkan waktu mendatangi kami di ruangan Hospitality VIP Luxury Tent. Kehadiran Bapak-Bapak Comdev bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk pengakuan bahwa difabel adalah bagian dari tuan rumah Mandalika,” ujar Yuni.
Ia mengatakan, selama tiga hari menjadi bagian dari kemeriahan MotoGP Mandalika, para sahabat difabel merasakan pengalaman dan kebahagiaan baru.
“Selama tiga hari menjadi bagian dari euforia dunia MotoGP ini adalah kebahagiaan baru bagi sahabat difabel NTB. Mereka tidak lagi menjadi penonton dari luar pagar, tapi menjadi tamu utama di rumahnya sendiri. Ini bukan hanya tentang nonton balap, ini tentang perasaan diakui dan dimanusiakan,” lanjutnya.
Yuni menegaskan, kesempatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pemenuhan hak aksesibilitas dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi NTB Care dengan Community Development ITDC The Mandalika dalam pemenuhan hak aksesibilitas. Ini bukan belas kasihan, ini adalah hak kami sebagai warga NTB untuk merasakan event dunia di tanah kami sendiri. Kebahagiaan Rizal dan teman-teman hari ini adalah kebahagiaan kami semua,” tegasnya.
NTB Care berharap pengalaman berharga selama tiga hari gelaran MotoGP Mandalika tersebut tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi menjadi awal dari semakin terbukanya akses bagi penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan publik dan pariwisata di NTB.
Yuni juga menyampaikan terima kasih kepada Relawan Kemanusiaan NTB, para donatur, pendamping, komunitas, insan media, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga para sahabat difabel dapat merasakan pengalaman tersebut.
Menurut NTB Care, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan kesempatan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas.
Kebahagiaan Rizal dan sahabat difabel lainnya di VIP Luxury Tent Mandalika menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari kemegahan fasilitas dan besarnya perhelatan internasional, tetapi juga dari sejauh mana setiap orang mendapat kesempatan untuk terlibat dan merasakan manfaatnya.
Di tengah deru mesin MotoGP, ada pesan kemanusiaan yang tak kalah kuat: setiap orang berhak merasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari kebanggaan daerahnya sendiri. (Red)
