LOMBOK UTARA,SIARPOST— Pembangunan gedung kantor Inspektorat Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berjalan dengan progres fisik mencapai 65,57 persen. Meski sebagian besar struktur utama telah tertangani, pekerjaan tersebut masih mengalami deviasi minus sekitar 4 persen dari jadwal yang direncanakan.
Kepala Bidang Cipta Karya, Rangga Wijaya, mengatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Namun, pihak penyedia jasa dan konsultan pengawas tetap diminta mempercepat pekerjaan agar keterlambatan tidak semakin melebar.
“Tidak terlalu besar keterlambatannya, tetapi tetap harus kita ingatkan kontraktor dan konsultan pengawas supaya menyesuaikan dengan time schedule, yang ada,” ujarnya saat diwawancarai,Senin 12/10/2026
Menurut Rangga, pekerjaan atap gedung Inspektorat telah rampung pada pekan sebelumnya. Pekerjaan kini berlanjut pada tahap arsitektur, meliputi pemasangan dinding, sekat ruangan sesuai kebutuhan kantor, serta penyelesaian tampilan bagian depan bangunan.
Persiapan pemasangan keramik atau granit untuk lantai bawah juga mulai dilakukan. Material lantai yang diajukan kontraktor telah mendapatkan persetujuan pada tahap pengajuan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan kantor bupati dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Memasuki Oktober, pekerjaan ditargetkan semakin dipacu, termasuk penyelesaian instalasi mekanikal, elektrikal, dan perpipaan atau mechanical, electrical, and plumbing (MEP).
Rangga menegaskan, penyelesaian gedung Inspektorat ditargetkan pada Desember 2026. Harapan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan Inspektorat untuk segera menempati kantor baru.
“Dari Inspektorat juga berharap bisa cepat pindah, sehingga kita ditargetkan harus selesai pada Desember. Mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.
Rampungnya atap bangunan menjadi salah satu keuntungan untuk melanjutkan pekerjaan di tengah potensi musim penghujan. Dengan bagian atas gedung telah tertutup, pekerjaan di area dalam diharapkan tidak terlalu terganggu cuaca.
Selain Inspektorat, pembangunan gedung kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU juga menunjukkan perkembangan positif, meskipun progresnya belum dapat disamakan dengan gedung Inspektorat.
Rangga menjelaskan, perbedaan capaian tersebut disebabkan pekerjaan gedung BPBD dimulai lebih lambat dan tidak berjalan bersamaan dengan pembangunan gedung Inspektorat.
Meski demikian, percepatan pekerjaan mulai terlihat. Berdasarkan pemantauan terakhir, progres fisik gedung BPBD disebut telah memasuki kisaran 40 persen. Penyedia jasa juga telah mengajukan pembayaran termin pertama sesuai ketentuan progres pekerjaan.
Di lapangan, pekerjaan pengecoran bagian ring balok atas gedung menjadi salah satu tahapan yang tengah dikebut. Bahkan, pengecoran dilakukan hingga malam hari untuk mendukung kualitas pengerjaan beton.
“Kalau melihat akselerasi pelaksana pekerjaan, trennya positif. Fisiknya sudah memasuki angka 40 persen,” ungkap Rangga.
Pemerintah daerah memperkirakan pembangunan gedung BPBD dapat dituntaskan pada akhir Desember 2026. Dengan target tersebut, kantor baru diharapkan mulai bisa ditempati pada Januari 2027.
Namun, penyelesaian gedung menjadi prioritas utama pada tahun ini. Penataan halaman, pembangunan pagar keliling, dan pekerjaan lanskap di sekitar kantor kemungkinan belum dapat dituntaskan seluruhnya karena keterbatasan anggaran.
Pemenuhan fasilitas interior, seperti meja, kursi, dan mebel lainnya, juga diharapkan dapat didukung melalui penganggaran pada 2027.
Rangga berharap dukungan anggaran tersebut dapat membuat gedung BPBD tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi juga siap digunakan untuk menunjang aktivitas aparatur dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Dengan target penyelesaian kedua gedung pada akhir tahun, percepatan pekerjaan serta kesiapan fasilitas pendukung menjadi pekerjaan penting agar bangunan yang telah direncanakan benar-benar dapat segera dimanfaatkan.(Niss)
