MATARAM,SIARPOST— Himpunan Alumni Pondok Pesantren Al-Aziziyah (HUPPAZ) DPC Kota Mataram mendorong penguatan syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda melalui kegiatan HUPPAZ Mataram Ber-MTQ. Kegiatan yang digelar dalam rangka Milad ke-41 Pondok Pesantren Al-Aziziyah ini menjadi salah satu upaya alumni menjaga nilai-nilai pesantren agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Ketua Umum DPC HUPPAZ Kota Mataram, Muhammad Toriq, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat ikatan ant alumni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, semangat alumni tidak boleh berhenti pada kebersamaan dalam organisasi. Nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren harus diwujudkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Dari pesantren kita belajar, di tengah masyarakat kita mengabdi, dan untuk masa depan umat kita berkontribusi,” ungkap Toriq.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perjuangan membutuhkan kesungguhan dan kerja nyata. Hal itu sejalan dengan ungkapan “Fa innas-samā’a lā tumṭiru żahaban wa lā fiḍḍatan”, yang bermakna langit tidak menurunkan emas dan perak. Artinya, keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan melalui usaha dan pengabdian yang berkelanjutan.
Toriq berharap, berakhirnya kegiatan HUPPAZ Mataram Ber-MTQ tidak menjadi akhir dari gerakan alumni. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus menjadi titik awal untuk memperluas manfaat organisasi bagi umat dan daerah.
“Al-khidmatu miftāhul barakah,” ujarnya, mengutip ungkapan yang berarti pengabdian adalah kunci keberkahan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Sekretaris Jenderal DPP HUPPAZ, Raden Khatami Rosyidi. Ia mengapresiasi inisiatif HUPPAZ DPC Kota Mataram yang dinilai mampu menghadirkan ruang bagi alumni untuk memperkuat tradisi keagamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Menurutnya, HUPPAZ harus terus berkembang, bukan hanya sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi juga sebagai organisasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga semangat Al-Qur’an tidak hanya terasa saat perlombaan berlangsung, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Apresiasi senada disampaikan Al-Hafidzoh Ummi Hany Malkan, M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Yayasan Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Ia menilai HUPPAZ Mataram Ber-MTQ menjadi bentuk kecintaan alumni terhadap Al-Qur’an sekaligus upaya melanjutkan pendidikan karakter dan nilai keislaman yang telah ditanamkan di pesantren.
Ia berharap para alumni tetap menjaga hubungan dengan almamater dan mengambil peran dalam membina generasi muda yang Qur’ani, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Kota Mataram, Zarkasy, yang hadir mewakili Wali Kota Mataram, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Mataram atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia sekaligus menutup rangkaian HUPPAZ Mataram Ber-MTQ.
Menurutnya, MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari syiar Islam dan pembinaan karakter generasi muda agar semakin mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kota Mataram berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus berlanjut dan mampu melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, serta ikut mendukung terwujudnya Kota Mataram yang HARUM.
Ketua Panitia, Nuzulil Rizky Zam-zami, dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-41 Pondok Pesantren Al-Aziziyah.
Melalui HUPPAZ Mataram Ber-MTQ, alumni diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam menjaga tradisi keislaman, membangun kedekatan generasi muda dengan Al-Qur’an, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, semangat yang tumbuh melalui kegiatan ini tidak hanya berhenti pada perlombaan, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata dalam membina generasi Qur’ani dan memperkuat kontribusi alumni bagi daerah.(Niss)
