Rambut Jagung Disulap Jadi Teh Herbal, Inovasi Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani NTB

Perwakilan BRMP NTB, Baiq Triratna Erawati, menjelaskan bahwa salah satu pendekatan program tersebut adalah memanfaatkan hasil penelitian perguruan tinggi dan lembaga riset untuk memperkuat usaha koperasi.

Teknologi yang dihasilkan melalui penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif, termasuk dengan melibatkan pihak swasta yang memiliki pengalaman dalam pengolahan dan pemasaran.

“Selama ini rambut jagung tidak dimanfaatkan. Dengan adanya teknologi dari perguruan tinggi, bahan tersebut bisa diolah menjadi teh. Ini berpotensi meningkatkan pendapatan anggota koperasi, pendapatan koperasi, sekaligus membantu pengelolaan limbah pertanian,” jelasnya.

Ia menyebut Lombok Tengah memiliki lahan jagung yang luas sehingga peluang pengembangan produk turunan komoditas tersebut cukup terbuka. Jika model usaha ini berkembang, pemanfaatan rambut jagung juga berpotensi diperluas ke kabupaten lain di NTB, termasuk Pulau Sumbawa.

Melalui kemitraan antara Unram, Koperasi Sukses Tani Mandalika Jaya (STMJ), CV Tri Utami Jaya, dan pihak terkait, teh rambut jagung diharapkan menjadi contoh hilirisasi pertanian yang menghubungkan penelitian dengan kebutuhan pasar.

Inovasi ini sekaligus membuka peluang agar hasil pertanian tidak hanya dinilai dari komoditas utama yang dipanen, tetapi juga dari bagian tanaman yang selama ini terabaikan.

Dengan pengembangan teknologi, pendampingan, dan pemasaran yang tepat, rambut jagung berpeluang menjadi bahan baku produk lokal yang memiliki nilai tambah bagi petani NTB. (Red)

Exit mobile version