LOMBOK UTARA.SIARPOST – Penugasan Nurma Dinata, S.Pd., S.Ap., sebagai Pejabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Murkemuning tidak hanya mendapat pengesahan secara pemerintahan, tetapi juga restu dari masyarakat adat setempat melalui ritual menyembek, yang dirangkai dengan penyematan selendang.
Ritual adat yang dilakukan tokoh adat Murkemuning tersebut menjadi bagian penting dalam penyambutan sekaligus sosialisasi perdana Pj Kepala Desa Persiapan Murkemuning, Kamis malam,28/10/2026 Prosesi itu dimaknai sebagai bentuk restu dan dukungan adat agar Nurma Dinata dapat menjalankan amanahnya dalam memimpin desa persiapan tersebut.
Ketua Pemekaran Desa Murkemuning Sekaligus pemerkasa, Khaerul Anam, menjelaskan, penyematan selendang dan ritual menyembek bukan sekadar rangkaian acara penyambutan. Keduanya menjadi simbol penerimaan dan restu dari lingkungan adat terhadap pejabat yang akan menjalankan tugas pemerintahan di Murkemuning.
“Secara pemerintahan beliau sudah dilantik dan resmi bertugas. Secara adat, hal yang sama juga dilakukan sebagai bentuk restu dari pengurus adat Murkemuning dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa,” jelasnya.
Bagi masyarakat Murkemuning, dukungan tersebut menjadi bagian dari harapan agar proses pembentukan desa persiapan berjalan seiring dengan penerimaan masyarakat dan nilai-nilai adat yang masih dijaga.
Di sisi lain, pemekaran Murkemuning juga membawa harapan terhadap peningkatan pelayanan publik. Selama ini, wilayah tersebut masih berada di bawah Desa Induk Sokong. Secara geografis, Murkemuning berada di bagian timur dan selatan desa induk, dengan jarak tempuh yang dinilai cukup jauh karena harus melewati wilayah Desa Tegal Maja dan Desa Tanjung.
Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat berharap status desa persiapan dapat membuka jalan bagi pelayanan pemerintahan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Dalam sosialisasi perdana itu, Nurma Dinata juga menyampaikan sejumlah program awal yang perlu disiapkan, mulai dari penetapan batas wilayah, pembentukan struktur organisasi pemerintahan, penyediaan fasilitas dasar desa, pembangunan infrastruktur, hingga pembukaan akses perhubungan antardesa.
Langkah-langkah tersebut menjadi pekerjaan penting agar Murkemuning dapat memenuhi kebutuhan dasar penyelenggaraan pemerintahan selama masa persiapan.
Tidak hanya soal pemerintahan, Murkemuning juga memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang dinilai menjanjikan. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu kekuatan wilayah tersebut, dengan komoditas seperti padi, kacang tanah, sayur-sayuran, buah-buahan, kelapa, kakao, jambu mete, dan pisang. Potensi perikanan serta panorama alam di sejumlah wilayah juga dinilai dapat dikembangkan.
Anam berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap perkembangan Desa Persiapan Murkemuning, sehingga potensi yang dimiliki masyarakat dapat menjadi modal untuk mendorong kemajuan wilayah.
Dengan adanya dukungan pemerintahan dan restu adat, masyarakat berharap pembentukan Desa Persiapan Murkemuning tidak berhenti pada perubahan status administratif, tetapi berlanjut pada perbaikan pelayanan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan warga.(Niss)
