LOMBOK TENGAH, SIAR POST — Kabar perjuangan Pak Dahman (56), warga Dusun Pemepek 2, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, yang tengah berjuang melawan kanker nasofaring mendapat perhatian.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah turut menyalurkan bantuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diserahkan langsung kepada yang bersangkutan, Jumat (6/11/2026).
Ketua Harian Baznas Kabupaten Lombok Tengah, TGH Mala Sar’i, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam membantu masyarakat yang berhak menerima melalui dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun.
Menurutnya, dana ZIS yang dikelola Baznas dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya.
” Baznas menyalurkan sedikit bantuan untuk masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan, yang bersumber dari Zakat, Infak, dan Sedekah yang terhimpun di Baznas Kabupaten Lombok Tengah,” ungkap TGH Mala Sar’i.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang selama ini telah memfasilitasi penghimpunan zakat profesi dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lombok Tengah.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat penghimpunan zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada Pemda yang telah memfasilitasi penghimpunan zakat profesi dari seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Muslim yang ada di wilayah Lombok Tengah,” ujarnya.
Sebelumnya, kisah Pak Dahman menjadi perhatian setelah kondisinya diberitakan media ini. Pria yang sehari-hari mencari nafkah sebagai penjual telur gulung keliling tersebut kini hanya bisa terbaring lemah di rumah setelah menjalani kemoterapi pertama di RSUP NTB pada 26 Oktober 2026.
Penyakit kanker nasofaring yang dideritanya membuat Pak Dahman tidak lagi mampu bekerja. Akibatnya, sumber penghasilan keluarga terhenti, sementara kebutuhan sehari-hari dan biaya pendampingan pengobatan terus berjalan.
Pak Dahman memiliki lima orang anak. Dua di antaranya masih tinggal bersama orang tua, termasuk anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas III SMP.
Kondisi ekonomi keluarga semakin berat karena sang istri tidak bekerja, sementara anak laki-lakinya yang berusia 17 tahun hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Melihat kondisi tersebut, relawan kemanusiaan bernama Melani sebelumnya membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan, susu, telur, beras, serta kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan dan pengobatan.
Kehadiran bantuan dari Baznas Lombok Tengah menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi dan persoalan kesehatan.
Diharapkan, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban Pak Dahman dan keluarganya, sekaligus menjadi penguat semangat untuk melanjutkan perjuangan menjalani pengobatan.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa zakat yang dihimpun dari masyarakat, termasuk zakat profesi ASN, memiliki peran penting dalam membantu sesama. Terlebih ketika dana tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan di tengah kondisi sulit. (Red).
