Warga Talunrejo Antusias Sambut Bantuan 50 Ribu Liter Air Bersih dari NasDem, Tasirin Turun Langsung Kawal Distribusi

LAMONGAN, SIAR POST – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan ditunjukkan H. Tasirin, SH., MH., anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Partai NasDem Dapil 2, bersama Gus Iwan anggota DPRD Jawa Timur dan Mas Jiddan anggota DPR RI.

Melalui aksi nyata membantu masyarakat, mereka menyalurkan sekitar 50 ribu liter air bersih untuk warga Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (6/11/2026).

Bantuan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Warga berbondong-bondong mendatangi bak-bak penampungan untuk mendapatkan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan penting di tengah kondisi kekeringan.

H. Tasirin yang akrab disapa Abah Tasirin bahkan turun langsung mengawal pendistribusian bantuan agar penyaluran air bersih berlangsung terarah dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Aksi sosial tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-15 Partai NasDem yang jatuh pada 11 November 2026.

“Sebagai salah satu dampak dari musim kemarau, kami turut prihatin atas kesulitan air bersih yang dialami warga. Kami salurkan bantuan air bersih ini sebagai salah satu langkah darurat jangka pendek untuk meringankan beban warga langsung saat ini,” ungkap Tasirin.

Antusiasme warga terlihat ketika truk tangki mulai mengisi bak-bak penampungan. Setiap bak penampungan langsung didatangi sekitar 20 hingga 25 keluarga. Masing-masing bak mendapatkan pasokan satu sampai dua truk tangki air.

Tidak hanya laki-laki dan perempuan usia produktif, warga lanjut usia juga ikut mengambil air. Sejumlah emak-emak yang sudah sepuh bahkan terlihat memikul dua timba besar berisi air untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Bagi masyarakat setempat, bantuan tersebut sangat berarti karena air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia setiap hari.

Kekeringan Jadi Persoalan Tahunan di Wilayah Selatan Lamongan

Persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih masih menjadi tantangan tahunan bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, terutama kawasan selatan.

Beberapa kecamatan yang kerap terdampak antara lain Modo, Bluluk, Sukorame, Sambeng, Kembangbahu, Mantup, dan Ngimbang.

Khusus di Kecamatan Bluluk, desa yang termasuk wilayah terdampak di antaranya Talunrejo, Cangkring, dan Banjargondang.

Desa Talunrejo sendiri memiliki sekitar 2.958 penduduk yang tersebar di enam dusun, yakni Gampeng, Godog, Kayen, Majenon, Suwaloh, dan Talun.

Sementara Desa Cangkring memiliki sekitar 2.671 penduduk yang tersebar di tujuh dusun. Adapun Desa Banjargondang memiliki sekitar 1.756 jiwa atau 501 kepala keluarga dengan luas wilayah sekitar 2,34 kilometer persegi.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam bahan kegiatan, penanganan darurat kekeringan di Kabupaten Lamongan selama ini melibatkan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Lamongan mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta per tahun untuk penyediaan lebih dari 800 ribu liter air bersih.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pasokan sekitar 600 ribu liter lebih, serta kontribusi pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sekitar 160 ribu liter lebih.

Distribusi bantuan tersebut menjangkau sekitar 13 hingga 15 kecamatan, 34 desa, dan 52 dusun.

Tasirin Ikhtiarkan Solusi Permanen

Meski bantuan 50 ribu liter air bersih kali ini menjadi langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan warga, Tasirin menegaskan bahwa persoalan kekeringan tidak cukup hanya diselesaikan melalui distribusi air tangki.

Ke depan, pihaknya berencana mengupayakan solusi yang lebih permanen agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kesulitan air bersih setiap musim kemarau.

“Kami berencana ikhtiar mencarikan solusi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tasirin didampingi sejumlah pengurus DPC Partai NasDem Kecamatan Bluluk serta perwakilan pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Lamongan.

Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar, kebutuhan pokok, yang jika kekurangan, perlu bantuan segera dari berbagai pihak,” ujarnya.

Di luar aktivitas politiknya, Tasirin dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Politisi kelahiran 28 Desember 1959 tersebut juga merupakan seorang petani tebu yang telah menggeluti sektor pertanian selama lebih dari 40 tahun.

Pengalamannya di bidang pertanian turut mendorong perhatian dan perjuangannya terhadap kesejahteraan petani, khususnya petani tebu.

Saat ini, Tasirin juga dipercaya sebagai Pengawas Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Jawa Timur untuk wilayah eks PTPN yang meliputi Lamongan, Gresik, Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan sejumlah daerah lainnya. Selain itu, ia menjabat Ketua Umum Forum Petani Tebu (FPT) Pusat Jawa Timur.

Melalui bantuan air bersih tersebut, Tasirin berharap beban masyarakat Talunrejo dan sekitarnya dapat sedikit berkurang. Namun, harapan besarnya adalah terwujudnya solusi jangka panjang sehingga persoalan kekeringan tidak terus menjadi beban warga setiap tahun.

Exit mobile version