Quote Musyafirin Kritik Program Pendidikan NTB Ramai Diprotes, Warganet : Pikirannya Semakin Mundur

Quote Musyafirin yang diapload oleh Akun @Semara.Sia. foto : Screenshot

MATARAM, SIARPOST | Quote atau pesan yang disampaikan Calon Wakil Gubernur NTB H W Musyafirin yang dipublikasikan kembali oleh akun @semaras.Sia beberapa waktu lalu tentang pendidikan NTB ramai dihujat warganet.

Quote yang dianggap mengkritisi program pemerintah sebelumnya di bidang pendidikan itu dianggap sebagai pemikiran yang semakin mundur.

Dalam Quote itu Musyafirin menulis “Percuma 1.000 orang anak pintar karena kuliah di luar negeri, tetapi ratusan ribu anak lainnya kita biarkan tetap bodoh karena sekolah hanya sampai kelas 2 SMP”.

Quote atau pesan moral seorang calon Wakil Gubernur NTB tersebut dianggap warganet tidak tepat, karena menganggap tidak baik program pendidikan yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak NTB untuk belajar dan kuliah di luar negeri.

BACA JUGA : NTBCare Akan Gelar Gala Dinner, Kuatkan Solidaritas Antara Relawan Kemanusiaan

Warganet pun meminta Bupati Sumbawa Barat dua periode itu untuk fokus kepada memberikan lapangan kerja kepada masyarakat NTB dari pada mengkritisi program pendidikan yang telah berjalan baik.

Pesan Musyafirin itu ramai ditanggapi warganet, namun rata-rata komentar menghujat Quotes Musyafirin tersebut.

Seperti komentar akun Facebook @Yudistra yang menulis, “Jangan hanya salahkan pemerintah ketika mereka putus sekolah, ingattt peran orang tua juga lebih penting dari pemerintah banyak jaman skrang anak dipekerjakan sama orang tua
Ngapain fokus ke yang putus sekolah?
Kenapa tidak fokus sama yg cari kerja saja yang lulus/wisudah ribuan setiap tahun tapiiii lapangan kerja yang TIDAK ADA, sebenarnya banyak lapangan kerja tapi lebih berkuasa orang dalam (RAKUS).

Komentar lainnya datang dari akun @Ricko Dekambuya. Akun itu menulis “Program yang baik harus dilanjutkan bukan malah mengkritisi”

Tak cukup sampai di situ, warganet juga mengatakan bahwa pemikiran yang dituangkan oleh Musyafirin itu merupakan pemikiran yang semakin mundur.

BACA JUGA : Polemik Pemanfaatan Hutan di Bima, KPH Maria Donggomassa Sebut Dokumen Tidak Pernah Diajukan Masyarakat

Aku @Irul Irull menulis,
“Harusnya program yg bagus di dukung, mengkritisi yg sudah bagus itu pemikiran yg agak mundur,
Karena semakin banyak yang disekolahkan akan semakin banyak yang akan terpintarkan, sejalan dengan peradaban yang saling tarik menarik”.

“Politik yg membodohkan seperti ini yang seharusnya dihindari.. mohon maaf bukan mendukung salah satu paslon”, tulis akun itu lagi dalam komentar nya.

Sementara akun @Rifqi hidayat juga menulis ” Coba cek angka putus sekolah pang KSB dunung ne, yang artinya coba dilihat terlebih dahulu angka putus sekolah di Sumbawa Barat.

Akun @Yadi Fatrahullah juga menganggap bahwa program wajib belajar 9 tahun itu sudah memang menjadi program pemerintah yang harus dituntaskan.

“Program nan kmo ya rintis Kaling jaman sapuan nan, wajib belajar 9 tahun….Pola pikir mundur ke belakang….” Ujar akun itu menggunakan bahasa daerah Sumbawa.

BACA JUGA : Bawaslu Bima Proses Dugaan Kabag Umum Setda dan Sejumlah ASN Terlibat Politik Praktis

Akun @Hidayat Sipit juga mengkritik pesan yang disampaikan oleh Musyafirin tersebut. Ia menulis bahwa percuma ada tambang AMNT di Sumbawa Barat sementara rata-rata karyawan nya berasal dari luar NTB, yakni jawa bahkan China.

Komentar akun @MhmdSigit juga memprotes masalah tambang “Lebih baik menyekolahkan 1000 anak NTB ke luar negeri, daripada mensejahterakan rakyat cina ketimbang rakyat sendiri,” Tulis akun tersebut.

Apa yang disampaikan oleh Musyafirin tersebut bahwa ada ratusan ribu anak yang hanya sekolah sampai kelas 2 SMP, tidak sesuai dengan data dalam portal data Kemendikbudristek.

Dalam data tersebut tertera

Pada TA 2021-2022 jumlah putus sekolah jenjang SMP di NTB capai 577 orang.
TA 2022-2023 jumlahnya menurun menjadi 319 orang, dan TA 2023-2024 ini naik lagi menjadi 443 orang.

Artinya rata-rata dalam tiga tahun terakhir adalah 446 orang/tahun. (Data pada November 2023)

Penyumbang terbesar:
1. Lombok Timur 129 siswa, kemudian
2. Loteng 115 orang,
3. Kabupaten Bima 62 orang. Sementara
4. Kab Sumbawa 36 orang,
5. Kab Dompu 29 orang
6. Kota Mataram 28 orang,
7. Lombok Barat 25 orang,
8. KLU 8 orang,
9. Kota Bima 6 orang dan
9. KSB 4 orang.

Data ini menunjukan bahwa quotes dari Bakal Calon Wakil Gubernur yang berpasangan dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah itu tidak tepat dan salah. (Nissa).

Exit mobile version