Sumbawa Barat, SIAR POST – Kisah pilu datang dari Desa Lamusung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Seorang remaja bernama Zaki (18) terbaring lemah selama lebih dari satu tahun akibat penyakit yang diduga autoimun.
Berat badannya yang semula sekitar 40 kilogram kini merosot drastis hingga hanya 20 kilogram. Kondisinya kian hari semakin kritis, sementara pengobatan yang ditempuh sejauh ini belum membuahkan hasil.
Ayah Zaki, Samsidar, menceritakan bahwa sang anak mulai sakit sejak awal tahun 2023. Berbagai upaya pengobatan sudah ditempuh, mulai dari RSUD Asy-Syifa, RSUD Provinsi NTB, hingga rujukan ke Bali dan RSUP Mataram.
BACA JUGA : Heboh Video Diduga Sniper Polisi Tembak Warga di NTB, Polda Tegaskan Hoaks: “Jangan Terprovokasi”
Zaki sempat menjalani kemoterapi satu kali di Bali dan dua kali di RSUP NTB. Namun bukannya membaik, kondisi fisiknya justru makin menurun.
“Dulu sebelum ke Bali anak saya masih bisa jogging. Tapi sepulang dari Bali kondisinya makin buruk. Berat badannya turun drastis, sekarang tinggal 20 kilogram saja,” ujar Samsidar dengan suara berat, Minggu (31/8/2025).
Keluarga kini sudah hampir setahun tinggal di kos-kosan di Mataram untuk menemani Zaki berobat. Biaya sewa kos Rp650 ribu per bulan ditambah biaya hidup sehari-hari semakin membebani mereka. Meski pengobatan ditanggung BPJS, kondisi Zaki tidak kunjung membaik.
“Kami sudah coba ke berbagai dokter spesialis, tapi belum ada hasilnya. Kami ingin Zaki bisa dirujuk untuk berobat ke Jawa atau mencari alternatif lain. Tapi untuk biaya hidup saja sudah sangat berat. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak lain,” harapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Mataram selama pengobatan, keluarga bahkan terpaksa menjual rumah dan tanah. Namun hingga kini, belum ada yang laku.
Bantuan dari beberapa pihak pernah datang, seperti RSUD Asy-Syifa sebesar Rp1,5 juta, serta dari Baznas KSB dan NTB total sekitar Rp4 juta. Namun jumlah itu masih jauh dari cukup.
Pihak NTBCare, Yuni Bourhany yang datang mengunjungi Zaki, Minggu (31/8/2025) membawa titipan dari para donatur untuk membantu keluarga Zaki selama masa perawatan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pemda Sumbawa Barat melalui Kadis Kesehatan, dr Carlof untuk segera memberikan bantuan agar dapat meringankan beban keluarga dan pasien,” Ujar Yuni.
Yuni berharap kepada pemerintah melalui dinas kesehatan agar memberikan pelayanan Home Care kepada Zaki, mengingat kondisi nya yang semakin kritis. Agar kondisi Zaki dapat sedikit demi sedikit pulih.
Kini, Zaki hanya bisa terbaring dengan tubuh kurus kering. Ia tidak bisa lagi berjalan, bahkan bangun pun sulit. Kondisinya yang semakin kritis membuat keluarga benar-benar berharap ada uluran tangan dari pemerintah, dermawan, maupun masyarakat luas.
“Kami sangat butuh bantuan, bahkan untuk beli air minum dan popok pun sering tidak cukup. Semoga ada jalan agar anak saya bisa sembuh,” ungkap Samsidar penuh harap.
Kisah Zaki menjadi potret nyata perjuangan keluarga kecil di pelosok Sumbawa Barat yang terus berjuang di tengah keterbatasan. Harapan terbesar mereka kini hanyalah kesembuhan sang anak agar bisa kembali beraktivitas layaknya remaja seusianya.
Jika masyarakat ingin memberikan dukungan untuk pengobatan Zaki, bisa memberikan donasi di nomor rekening Bank BNI : 0050252211 atas Nama Samsidar.
Redaksi___