Mataram, SIAR POST – Publik dihebohkan dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang pemuda terkena tembakan di bagian pinggang. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa korban diduga tertembak oleh aparat kepolisian melalui tembakan sniper.
Video itu dengan cepat menyebar luas, dibagikan berkali-kali oleh masyarakat hingga memicu kegelisahan dan kemarahan. Banyak warga yang menganggap jika benar aparat menggunakan sniper dalam pengamanan aksi massa, maka hal tersebut termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Seorang warga yang pertama kali membagikan video itu bahkan mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dan di mana kejadian tersebut terjadi.
Namun, kabar tersebut terlanjur menyulut emosi publik, terlebih di tengah gelombang aksi massa yang saat ini terjadi secara masif di sejumlah wilayah NTB.
“Kalau benar ada warga yang ditembak sniper, itu jelas sangat melukai hati masyarakat. Polisi harusnya melindungi, bukan menakut-nakuti,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi aksi.
Di tengah meningkatnya isu tersebut, pihak kepolisian angkat bicara. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, dengan tegas membantah adanya keterlibatan sniper dalam pengamanan aksi.
“Ya mas, berita terkait Polri menempatkan sniper itu hoaks dan tidak benar. Masyarakat jangan terprovokasi, mari sama-sama kita menjaga kondusifitas Provinsi NTB agar selalu aman dan damai,” tegasnya.
Kholid menambahkan, aparat kepolisian di lapangan bertugas menjaga keamanan agar aksi berjalan tertib dan tidak menimbulkan kerusuhan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas asal-usulnya.
BACA JUGA : Dikbud NTB Instruksikan BDR di Sumbawa Barat Selama 3 Hari, Guru Tetap Wajib Masuk Sekolah
Sementara itu, aksi massa yang marak di NTB belakangan ini memang mendapat perhatian besar. Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka. Situasi ini membuat penyebaran isu sensitif di media sosial kian cepat menyulut emosi publik.
Polisi kembali mengingatkan agar masyarakat bijak dalam bermedia sosial dan tidak menyebarkan video atau informasi yang belum terverifikasi.
“Isu sniper hanyalah kabar bohong. Mari kita jaga bersama NTB agar tetap kondusif,” tutup Kombes Pol Mohammad Kholid.
Redaksi __