Lombok Utara, SIARPOST– Di tengah derasnya arus modernisasi yang mulai menggerus identitas generasi muda, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Paer Lombok Utara mengambil langkah strategis: menghidupkan kembali pendidikan adat melalui sosialisasi bertema “Perkuat Gerakan Masyarakat Adat, Perkuat Gerakan Pendidikan Adat” di Pendopo Kembang Dangar Desa Jenggala, jumat (28/11).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, ini menggambarkan kegelisahan kolektif masyarakat adat terhadap semakin jauhnya remaja dari nilai-nilai leluhur. Hadir pula Ketua AMAN Paer Daya Sinarto, SH, Dewan Kebudayaan Daerah Kamardi, SH, para tokoh adat se-KLU, dan berbagai unsur masyarakat adat lainnya.
Ketua AMAN KLU, Sinarto, SH dalam laporannya menyebutkan bahwa kondisi generasi muda saat ini berada pada fase rawan. Paparan terhadap modernisasi begitu kuat, sementara ruang-ruang transfer budaya semakin menyempit.
“Remaja kita sudah sangat terpapar modernisasi. Karena itu diperlukan reformasi nilai adat di tengah masyarakat. Tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, tapi harus kolaborasi,” ujarnya.
Sebagai upaya konkret, AMAN telah mendirikan empat sekolah adat di Bayan, Amor-amor, Gumantar, dan Bentek. Sekolah adat ini dirancang menjadi ruang revitalisasi budaya, tempat anak muda kembali memahami identitas mereka melalui praktik adat, bahasa, hingga filosofi hidup masyarakat Lombok Utara.
“Sekolah adat hadir memastikan nilai budaya diperkuat dan dibangkitkan kembali di tengah derasnya teknologi informasi,” tambah Sinarto.
Bupati Najmul dalam arahannya menegaskan bahwa adat bukan hanya simbol atau seremonial, tetapi sistem nilai dan perilaku yang diwariskan sekaligus disepakati dalam kehidupan masyarakat.
“Adat itu tidak bertentangan dengan agama. Di Lombok Utara, adat sangat kental. Bisa dilihat dari bagaimana masyarakat menghargai tamu, salah satunya melalui keberadaan berugak di setiap rumah,” katanya.
Najmul menilai kegiatan sosialisasi pendidikan adat ini menjadi penting untuk mengembalikan nilai-nilai yang mulai terkikis. Ia berharap para peserta mengikuti kegiatan dengan serius, karena masa depan adat di Lombok Utara bergantung pada pemahaman generasi muda hari ini.
Melalui sosialisasi ini, AMAN berharap lahir kader-kader muda yang siap menjadi penjaga kampung adat di Lombok Utara. Bukan hanya memahami budaya, tetapi mampu meneruskannya kepada generasi berikutnya.
“Kegiatan ini diharapkan memberi hasil yang jelas dalam menjaga adat dan melahirkan pejuang-pejuang muda,” pungkas Sinarto.
Sementara itu, Bupati Najmul menutup arahannya dengan ajakan untuk kembali merawat identitas lokal sebelum benar-benar terkubur oleh kemajuan zaman.(Niss)
Generasi Muda Mulai Jauh dari Akar Budaya, AMAN KLU Gagas Sekolah Adat sebagai Benteng Terakhir
