Lombok utara SIARPOST— Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mematangkan arah kolaborasi strategis di sektor pariwisata.
Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Bupati KSB ke Lombok Utara yang difokuskan pada pertukaran gagasan dan penguatan kerja sama lintas daerah.
Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., menerima langsung Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., di kawasan The Kayana Beach Lombok, Desa Malaka, Rabu (7/1/2026).
Pertemuan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang diskusi strategis terkait pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Kedua daerah sepakat bahwa pesatnya perkembangan destinasi wisata menuntut pola kerja sama yang lebih inovatif dan adaptif.
Bupati Najmul Akhyar menegaskan kesiapan Lombok Utara untuk membuka ruang kolaborasi konkret, salah satunya melalui penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Skema ini dinilai mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur dan layanan publik tanpa membebani anggaran daerah.
“Kami di Lombok Utara sedang mendorong KPBU sebagai solusi inovatif. Pemerintah tetap bisa meningkatkan pelayanan tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan penerapan KPBU pada program lampu penerangan jalan yang dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Madiun. Skema tersebut dinilai efektif karena menghadirkan efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah mengapresiasi keterbukaan Pemerintah KLU dalam berbagi pengalaman dan praktik baik pembangunan daerah. Ia menilai Lombok Utara memiliki banyak kemajuan, khususnya dalam pengelolaan sektor pariwisata yang bisa dijadikan rujukan.
“Lombok Utara menunjukkan perkembangan yang signifikan. Banyak hal yang bisa kami pelajari, terutama dalam membangun pariwisata yang terintegrasi dan berdaya saing,” ungkapnya.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada kerja sama nyata yang memberi dampak langsung bagi kedua daerah.
Pertemuan ditutup dengan diskusi mendalam mengenai peluang kolaborasi pariwisata, strategi pengembangan destinasi unggulan, serta langkah-langkah inovatif untuk memperkuat posisi Lombok Utara dan Sumbawa Barat sebagai kawasan wisata yang saling terhubung dan berkelanjutan.(Niss).
