Interior Belum Tuntas, DPRD Lombok Utara Mulai Jalankan Aktivitas di Gedung Baru

Lombok Utara,SIARPOST — Aktivitas wakil rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini perlahan bergeser ke gedung DPRD yang baru. Meski belum sepenuhnya rampung, denyut kerja legislatif mulai terasa setelah sebagian ruang di lantai dasar gedung tersebut mulai difungsikan.

Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Kariyasa, mengungkapkan bahwa proses pemindahan operasional dilakukan secara bertahap. Langkah ini ditempuh agar agenda pelayanan publik dan koordinasi kelembagaan tetap berjalan tanpa menunggu penyelesaian keseluruhan bangunan.

“Saat ini kami sudah mulai menempati lantai satu. Ruang pimpinan dan ruang rapat pimpinan Alat Kelengkapan Dewan sudah bisa digunakan, sehingga koordinasi strategis bisa dilakukan di sini,” ujar Kariyasa, Kamis 22/1/2026

Ia menjelaskan, keterbatasan ruang yang digunakan saat ini disebabkan pengerjaan interior di sejumlah bagian gedung yang masih berlangsung. Meski begitu, Kariyasa memastikan kondisi tersebut tidak menghambat kinerja DPRD secara signifikan.

Beberapa kendala teknis kecil memang masih dijumpai, namun telah ditangani secara bertahap. Salah satu perhatian utama saat ini adalah penataan area depan gedung yang dinilai belum maksimal.

“Secara fungsi sudah bisa berjalan. Tinggal penataan taman di bagian depan gedung. Hal ini sudah saya komunikasikan langsung dengan Dinas PUPR agar segera dilakukan penataan dan penambahan tanaman,” katanya.

Sementara itu, lantai dua gedung DPRD KLU masih belum difungsikan. Ruang-ruang penting seperti ruang sidang utama yang menjadi pusat kegiatan paripurna dewan masih menunggu penyelesaian interior.

Menurut Kariyasa, kendala utama bukan pada struktur bangunan, melainkan pada penganggaran fasilitas dan estetika ruangan. Pengisian interior ruang sidang utama baru akan dianggarkan melalui APBD Murni 2026.

“Untuk lantai dua, khususnya ruang sidang utama, memang belum bisa ditempati. Penganggarannya baru masuk di APBD Murni 2026. Kita ingin hasilnya benar-benar layak dan representatif,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Meski belum sepenuhnya beroperasi, keberadaan gedung baru DPRD KLU ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas kerja legislatif. Dengan fasilitas yang lebih modern dan tertata, produktivitas serta efektivitas pengawalan aspirasi masyarakat Lombok Utara diharapkan dapat meningkat secara nyata.

Koordinasi antara Sekretariat DPRD dan Dinas PUPR terus dilakukan untuk memastikan penyelesaian interior berjalan sesuai rencana, sehingga pada 2026 mendatang seluruh fungsi gedung dapat digunakan optimal demi kepentingan masyarakat Bumi Tioq Tata Tunaq.(Niss)

Exit mobile version