Mental Baja PS Daygun Angkat Marwah Sepak Bola Lombok Utara, Askab Soroti Jadwal Padat dan Recovery Pemain

Lombok Utara,SIARPOST— Perjalanan PS Daygun di kompetisi zona Lombok bukan sekadar soal hasil di papan skor. Lebih dari itu, tim kebanggaan masyarakat Lombok Utara ini tampil sebagai simbol mentalitas, konsistensi, dan daya juang yang semakin matang di tengah padatnya jadwal pertandingan.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Lombok Utara, Raden Nuna Abriadi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen tim, mulai dari pemain, official, manajer, hingga jajaran pelatih yang dinilainya telah bekerja melampaui ekspektasi demi menjaga eksistensi PS Daygun sebagai representasi daerah.

“Terima kasih kepada anak-anakku skuat PS Daygun, para official, manajer, dan tim pelatih. Dukungan mereka luar biasa dan menjadi fondasi kuat bagi tim kebanggaan masyarakat Lombok Utara,” ujar Raden Nuna.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Dagun Fans Club Lombok Utara—yang disebutnya sebagai kekuatan tambahan di luar lapangan. Dukungan tanpa henti sepanjang pertandingan dinilai menjadi energi besar yang mengangkat moral dan mental pemain.

“Mereka adalah tim ke-12. Dukungan itu benar-benar menaikkan mentalitas anak-anak kita,” tegasnya.

Secara teknis, performa PS Daygun dinilai memenuhi bahkan melampaui target. Tim berhasil menjadi juara grup sesuai sasaran yang telah ditetapkan, sekaligus membuka peluang untuk melangkah lebih jauh mewakili Nusa Tenggara Barat di level regional.

“Target juara grup tercapai dan ini melampaui ekspektasi awal. Sekarang target kita lebih besar, yakni lolos dan membawa nama NTB ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Raden Nuna menilai mental pemain PS Daygun saat ini berada pada level yang sangat kompetitif. Meski menghadapi tekanan dan jadwal padat, para pemain tetap tampil solid tanpa penurunan mental maupun semangat juang.

Namun di balik performa impresif tersebut, Askab Lombok Utara menyoroti persoalan serius terkait jadwal pertandingan yang dinilai terlalu padat dan berpotensi menguras kondisi fisik pemain. PS Daygun dijadwalkan langsung menghadapi babak empat besar semifinal zona Lombok melawan PS Mataram dengan waktu recovery yang sangat terbatas.

“Kami merasa perlu bersuara. Waktu istirahat anak-anak terlalu singkat. Ada tim yang recovery satu hari, sementara tim lain bisa dua hingga tiga hari. Ini soal keadilan dalam kompetisi,” jelasnya.

Atas dasar itu, Askab Lombok Utara secara resmi melayangkan surat kepada panitia pelaksana dengan tembusan kepada Plt Asprov PSSI NTB. Permintaan utama adalah peninjauan ulang jadwal agar PS Daygun mendapat waktu istirahat minimal dua hari. Selain itu, jam pertandingan pukul 13.30 WITA juga dinilai berada di batas toleransi fisik pemain, terutama terkait adaptasi terhadap panas.

“Kami ingin anak-anak tetap survive dan tampil maksimal. Ini bukan semata soal PS Daygun, tetapi tentang bagaimana Lombok Utara menunjukkan bahwa kita layak diperhitungkan dalam peta persepakbolaan NTB,” katanya.

Lebih jauh, Raden Nuna berharap konsistensi prestasi PS Daygun dan geliat turnamen di Lombok Utara mendapat dukungan nyata dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kompetisi reguler seperti Piala Bupati merupakan agenda resmi PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang seharusnya didukung melalui APBD.

“Piala Presiden, Piala Gubernur, hingga Piala Bupati adalah bagian dari sistem kompetisi nasional. Kami berharap pemerintah daerah memberi kontribusi maksimal demi pembinaan sepak bola Lombok Utara,” tutupnya.

Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat, PS Daygun diharapkan mampu terus melaju, membawa bendera daerah, dan membuktikan bahwa Lombok Utara bukan sekadar pelengkap, melainkan salah satu kekuatan sepak bola yang patut diperhitungkan di Nusa Tenggara Barat.(Niss)

Exit mobile version