Sakit Menahun di Perantauan, Warga Asal Donggo Bima Mohon Bantuan NTBcare untuk Pulang Kampung

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"tilt_shift":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Mataram, SIAR POST — Derita panjang dialami Kasmir (51), warga asal Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Pria kelahiran 1974 itu kini terbaring sakit di Dusun Sentimok, Desa Sinar Baru, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, jauh dari kampung halamannya.

Sudah hampir tiga bulan Kasmir mengalami sakit yang semakin melemahkan kondisi tubuhnya.

Keluarga menyebutkan, setidaknya ada lima keluhan penyakit yang dideritanya. Kondisinya kini memprihatinkan, bahkan untuk makan dan minum pun sudah sangat terbatas.

“Bapak ini sudah sakit lama, kurang bisa makan dan minum. Kemarin sempat dirawat di rumah sakit selama satu minggu, tapi harus keluar karena tidak mampu membayar biaya,” ungkap pihak keluarga.

Sejak keluar dari rumah sakit, Kasmir hanya dirawat seadanya di rumah keluarganya di Kalimantan Barat.

Ironisnya, kartu BPJS Kesehatan miliknya sudah tidak aktif karena menunggak iuran hingga jutaan rupiah. Ketiadaan biaya membuatnya tak lagi mendapat penanganan medis yang layak.

Padahal, Kasmir merantau ke Kalimantan sejak 2013 untuk bekerja dan menghidupi keluarga. Namun nasib berkata lain.

Kondisi ekonomi yang kian sulit, ditambah penyakit yang dideritanya, membuat hidupnya bergantung sepenuhnya pada bantuan keluarga di Bima.

“Kehidupan di Kalimantan sudah tidak ada biaya. Untuk berobat tidak mampu, BPJS tidak aktif, sementara untuk makan sehari-hari masih minta ke keluarga di Bima,” lanjut keluarga.

Dengan kondisi tersebut, keluarga besar Kasmir berharap ia bisa segera dipulangkan ke kampung halaman di Bima agar mendapatkan perawatan dan pendampingan keluarga secara langsung.
Harapan itu kemudian disampaikan kepada NTBcare.

Direktur NTBcare, Yuni Bourhany, membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga Kasmir. Ia mengatakan NTBcare telah menerima permohonan bantuan terkait pemulangan warga NTB yang sakit di perantauan.

“Kami menerima laporan keluarga yang meminta bantuan agar yang bersangkutan bisa dipulangkan ke Bima. Saat ini NTBcare akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten maupun provinsi untuk mencari solusi terbaik,” jelas Yuni.

Menurutnya, kasus seperti ini membutuhkan sinergi lintas daerah agar warga NTB yang mengalami kondisi darurat di luar daerah tetap mendapatkan perlindungan dan bantuan negara.

Keluarga Kasmir berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan pihak terkait agar ia bisa segera pulang ke tanah kelahiran, berkumpul bersama keluarga, dan mendapatkan penanganan kesehatan yang lebih layak.

Redaksi | SIAR POST

Exit mobile version