Lombok Utara,SIARPOST — Dinas Perhubungan (Dishub) mengakui belum tersedianya jalur khusus sepeda menjadi alasan utama belum dilakukannya penertiban tegas di lapangan.
Meski aktivitas pesepeda masih marak, pendekatan yang dipilih saat ini masih sebatas imbauan persuasif, bukan tindakan represif atau razia langsung. Kamis, 05/01/2026.
Dalam wawancara dengan pihak Dishub,M.Iwan menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur yang belum memadai membuat pihaknya memilih langkah hati-hati.
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan pembatasan atau penertiban diberlakukan penuh.
“Sepeda itu kan memang belum kita sediakan lintasannya. Jadi untuk lebih amannya, sementara kita imbau dulu. Ini juga karena banyak permintaan dan aspirasi yang masuk, jadi kita coba dorong kesadaran bersama dulu,” ujarnya.
Saat ditanya apakah imbauan tersebut akan diikuti tindakan konkret, Dishub belum memberikan kepastian. Pendekatan awal difokuskan pada membangun kesepahaman dengan masyarakat agar tidak menimbulkan resistensi di lapangan.
“Kita persuasif dulu. Kita bangun kebersamaan dan pengertian bersama. Itu yang kita utamakan supaya kondisi tetap kondusif,” kata Iwan.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan aktivitas pesepeda masih cukup banyak ditemukan di sejumlah ruas jalan. Dishub tidak menampik hal tersebut dan menyebut itulah alasan imbauan terus digencarkan.
“Masih ada, memang masih ada yang beroperasi. Makanya kita imbau dulu,” tegasnya.
Terkait kemungkinan sanksi bagi yang mengabaikan imbauan, pihak Dishub belum bersedia merinci. Opsi penindakan disebut akan dibahas kemudian setelah pendekatan awal dinilai cukup.
Soal rencana razia, Dishub juga belum memberi jawaban tegas. Fokus saat ini tetap pada edukasi dan komunikasi publik. “Kita bangun kerja sama dulu,” katanya singkat.
Sikap ini memunculkan catatan tersendiri: di satu sisi Dishub menekankan aspek keselamatan dan kesiapan jalur, namun di sisi lain belum ada batas waktu jelas kapan regulasi dan penertiban akan diterapkan lebih tegas.
Masyarakat pun kini menunggu kejelasan langkah lanjutan, terutama menyangkut keamanan dan kepastian aturan di jalan raya.(Niss)
