Dua Event Lombok Utara Tembus KEN 2026, Gili Festival Konsisten. Maulid Adat Bayan Langsung Cetak Pengakuan Nasional

Lombok Utara,SIARPOST_Kabupaten Lombok utara kembali menguatkan posisinya di peta pariwisata nasional. Dua agenda andalan daerah, Gili Festival dan Maulid Adat Bayan, resmi terpilih masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, program kurasi event bergengsi tingkat nasional di sektor pariwisata dan budaya.

Pencapaian ini bukan sekadar label seremonial, melainkan hasil dari proses seleksi ketat berbasis kualitas konsep, kekuatan budaya, keberlanjutan program, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Terpilihnya dua event sekaligus menegaskan Lombok Utara tidak hanya menjual panorama, tetapi juga identitas budaya.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budiastuti, menjelaskan bahwa Gili Festival kembali masuk KEN untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Konsistensi ini menunjukkan event tersebut dinilai stabil dari sisi konsep, pelaksanaan, dan daya tarik wisata.

Menurutnya, proses menuju KEN tidak instan. Setiap event harus melewati tahapan pengusulan, presentasi konsep, hingga penilaian kurator independen tingkat nasional.

“Dari dua event yang diusulkan oleh Kabupaten Lombok Utara, alhamdulillah keduanya dinyatakan lolos kurasi, yakni Gili Festival dan Maulid Adat Bayan,” ujarnya.

Keberhasilan Gili Festival mempertahankan posisinya memperlihatkan bahwa event berbasis destinasi wisata bahari tetap relevan, selama dikemas dengan narasi budaya dan keterlibatan masyarakat.

Maulid Adat Bayan: Pendatang Baru yang Langsung Diakui

Berbeda dengan Gili Festival, Maulid Adat Bayan merupakan event baru yang langsung menembus kurasi KEN pada pengusulan pertamanya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa tradisi lokal Bayan dinilai memiliki nilai autentik dan daya tampil nasional.

Tim kurator menilai kekuatan Maulid Adat Bayan terletak pada orisinalitas ritual, kesinambungan tradisi, serta keterlibatan komunitas adat secara langsung. Event ini dipandang bukan sekadar tontonan, tetapi representasi hidup dari warisan budaya masyarakat.

Dende menyebut lolosnya Maulid Adat Bayan menjadi momentum strategis untuk memperkuat citra Lombok Utara sebagai destinasi wisata budaya berbasis kearifan lokal, bukan hanya tujuan wisata alam.

Event yang masuk KEN akan mendapatkan dukungan promosi nasional dan eksposur lebih luas. Efek lanjutannya diharapkan mampu mendorong lonjakan kunjungan wisatawan serta perputaran ekonomi masyarakat sekitar lokasi event.

Namun, pengakuan nasional juga membawa konsekuensi standar pelaksanaan yang lebih tinggi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya profesionalisme penyelenggaraan dan dukungan lintas elemen masyarakat.

“Kepercayaan ini harus dijaga dengan pelaksanaan event yang berkualitas. Dukungan masyarakat sangat penting agar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Dende.

Dengan dua event masuk KEN 2026, Lombok Utara tidak hanya menambah daftar agenda wisata tetapi mempertegas arah: budaya lokal dijadikan panggung utama untuk bersaing di level nasional.(Niss)

Exit mobile version