Lombok Tengah, SIAR POST – Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri, telah memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar dan menimbulkan polemik di masyarakat. Klarifikasi ini disampaikan melalui sambungan telepon kepada awak media pada hari Rabu, 11 Februari 2026.
Bupati Pathul Bahri menegaskan bahwa pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak manapun atau memperkeruh suasana. Sebagai kepala daerah, ia menyatakan tujuannya adalah untuk meredam polemik yang berkembang akibat perbedaan pemahaman informasi di masyarakat.
“Video yang beredar itu tidak utuh. Sudah dipotong-potong dan sengaja di-framing untuk memengaruhi opini masyarakat,” ujar Bupati Pathul Bahri.
Bupati memaparkan bahwa hingga saat ini terdapat lebih dari 2.200 dapur di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah mampu melayani sekitar 60 juta layanan, khususnya untuk anak-anak dan ibu hamil. Program tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan lebih dari satu juta pekerja yang terlibat.
“Artinya, kita yang dalam kondisi sehat sekarang pun tetap harus mengikuti aturan hidup sehat. Walaupun makanan yang disajikan bergizi, tidak menutup kemungkinan tetap dapat terjadi keracunan. Namun hal itu bukan berarti kita menyetujui atau membenarkan kejadian tersebut secara serta-merta,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud mengejek atau bersikap nyeleneh terkait perkataannya dan berharap isu yang telah beredar tidak dipelintir. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menganggap remeh kejadian yang terjadi, melainkan sebagai penjelasan agar masyarakat memahami konteks dan tujuan dari kebijakan yang dijalankan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional, Bupati juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengunggah dan menyebarkan konten di media sosial, khususnya video yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Di Hari Pers Nasional ini, saya mengajak kita semua untuk lebih bijak dalam meng-upload dan membuat video, agar tidak menimbulkan polemik yang dapat memperkeruh suasana,” pungkasnya.
Ihsan, seorang wartawan, juga mengharapkan agar pihak-pihak yang memfitnah maupun membuat gaduh publik dapat melihat fakta yang sebenarnya. Ia menambahkan bahwa Bupati Lombok Tengah telah dua periode menjabat dan sudah banyak kemajuan yang telah dibuat di kabupaten tersebut.
Ihsan juga menyebut Bupati sebagai sosok yang sabar dan bijak dalam menyikapi suatu masalah, serta meminta agar masalah tersebut tidak diperkeruh agar tidak membuat gaduh publik.
