Viral! Ricuh Aksi Aliansi Desa Pansor, Kades Dikejar Massa hingga Dievakuasi ke Polres Lombok Utara

KLU, SIAR POST – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Desa Pansor di kantor sementara Desa Pansor, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis pagi (19/2/2026), berujung ricuh dan viral di media sosial.

Sejumlah fasilitas kantor desa dilaporkan rusak, sementara Kepala Desa Pansor, Airman, sempat dikejar massa hingga harus dievakuasi ke Polres Lombok Utara.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.20 WITA itu diikuti puluhan warga yang menolak pelaksanaan panitia seleksi (pansel) ulang perangkat wilayah. Massa menuntut agar perangkat wilayah Dusun Pansor Tengah segera dilantik sesuai hasil pansel tertanggal 29 Desember 2025.

Mengutip laporan Radar Lombok, situasi mulai memanas sekitar pukul 08.35 WITA. Massa merusak sejumlah fasilitas kantor desa sementara, seperti kanopi, kursi, meja, speaker, hingga beberapa bagian jendela.

Sekitar pukul 08.45 WITA, Kepala Desa Pansor, Airman, menyampaikan bahwa pelantikan perangkat kewilayahan tidak dapat dilaksanakan hari itu karena situasi tidak kondusif.

“Untuk langkah selanjutnya, kami akan berkonsultasi dengan Dinas P2KBPMDes,” ujarnya di hadapan massa.

Namun pernyataan tersebut tidak meredakan ketegangan. Massa kembali tersulut emosi hingga mengejar kepala desa. Aparat kemudian mengevakuasi Airman ke Mapolres Lombok Utara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekitar pukul 09.20 WITA, massa akhirnya ditemui Camat Kayangan, Sekretaris Desa Pansor, serta pihak terkait lainnya. Setelah dialog dan mendengarkan penjelasan, massa membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.00 WITA.

Kronologi dan Akar Persoalan

Camat Kayangan, Siti Rukaiyah, menjelaskan bahwa polemik bermula dari hasil seleksi perangkat kewilayahan Desa Pansor. Tim Independen Ujian Seleksi Perangkat Desa Pansor mengumumkan hasil seleksi berdasarkan berita acara tertanggal 29 Desember 2025.

Seleksi yang digelar di gedung BUMDes Desa Pansor itu diikuti tujuh peserta untuk mengisi sejumlah formasi kepala dusun. Penilaian dilakukan melalui tes tulis dan wawancara, dengan nilai akhir merupakan akumulasi dari kedua komponen tersebut.

Berdasarkan rekapitulasi nilai, Kepala Dusun Kuni Jati: Hendri Watoni meraih nilai tertinggi 138 poin (tes tulis 52, wawancara 86), disusul Nasrudin 129,5 poin dan Muh Saefuddin 119,5 poin.

Kepala Dusun Pansor Tengah, Anggi Pradana memperoleh nilai tertinggi 147 poin (tes tulis 64, wawancara 83), diikuti Masdin 113,5 poin. Kemudian Kepala Dusun Lendang Galuh, Firman Rosyadi meraih total 115 poin (tes tulis 32, wawancara 83). Satu peserta lainnya, Jemi Asmayadi, tidak tercantum memperoleh nilai dalam rekapitulasi.

Tim seleksi terdiri dari Sandi Gustina Putra (ketua), Marta Efendi (sekretaris), dan Zulhadis (anggota).

“Yang menjadi persoalan adalah rekomendasi kepala desa untuk Dusun Pansor Tengah justru diberikan kepada peserta peringkat kedua. Sedangkan untuk dua dusun lainnya direkomendasikan sesuai peringkat pertama,” jelas Siti Rukaiyah.

Pihak kecamatan, lanjutnya, telah meminta klarifikasi terkait pertimbangan tersebut. Namun hingga kini belum ada alasan yang disampaikan secara tegas.

Untuk formasi Kepala Dusun Kuni Jati dan Lendang Galuh, keduanya telah mendapatkan persetujuan dari bupati untuk dilantik. Sementara khusus Dusun Pansor Tengah, diminta dilakukan pansel ulang.

Exit mobile version