Harmoni Tradisi dan Modernitas: Tas Ketak Lombok Dikreasikan Galeri Wira Bhakti 162 dengan Elemen Ramah Lingkungan

MATARAM, SIAR POST – Tas Ketak, salah satu kearifan budaya lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendunia bersama tenun dan mutiara, mendapatkan sentuhan baru melalui kolaborasi kreatif Galeri Wira Bhakti 162.

Produk warisan turun temurun ini kini menghadirkan harmoni antara tradisi dan modernitas dalam dunia kriya nusantara. Tas Ketak dibuat dari tanaman Ketak yang merambat, dikeringkan, lalu dianyam secara tangan oleh pengrajin dengan keahlian tinggi.

Hasilnya memiliki tekstur kuat dan warna coklat alami, yang tidak hanya berfungsi sebagai aksesori fashion tetapi juga dapat mempercantik interior rumah dan pelengkap meja makan.

Galeri Wira Bhakti 162 mengkombinasikan tas tradisional Ketak dengan kreativitas modern berupa pilinan tali kresek dan mutiara Mabe.

Elemen tali kresek digunakan sebagai aksen dekoratif yang ramah lingkungan tanpa mengurangi karakter asli tas Ketak, sementara warna dan desainnya memberikan kesan “chic” pada setiap penampilan.

Selain itu, kilauan lembut mutiara Mabe (Half Pearl) dengan bentuk unik diikat menggunakan perak berkualitas dan desain eksklusif. Paduan yang seimbang antara anyaman sederhana tas Ketak dengan elemen mewah tersebut menjadikan produknya terkesan lebih elegan.

Produk Galeri Wira Bhakti 162 dibuat dengan mengutamakan kreativitas, ketelitian, dan kerapihan di setiap hasil akhir. Produk ini sangat cocok sebagai koleksi bagi pecinta wastra nusantara, hadiah untuk orang tersayang, maupun souvenir bagi tamu istimewa.

Galeri Wira Bhakti 162 dikelola oleh anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 162 PD IX/Udayana, antara lain Dewi Istianti dan Baiq Ike Aprilia Mustanty.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun media sosial resmi @galeri_wirabhakti162.

*RRed

Exit mobile version