Seribu Takjil, Kolaborasi Polres dan Umat Buddha Perkuat Toleransi di Lombok Utara

Lombok Utara,SIARPOST – Pemandangan berbeda terlihat di depan Mako Polsek Tanjung, Minggu (8/3/2026) sore. Di tengah suasana Ramadan, jajaran Polres Lombok Utara bersama umat Buddha yang tergabung dalam Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Lombok Utara turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengguna jalan.

Sekitar 1.000 paket takjil berupa kelapa muda dibagikan kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WITA itu menjadi simbol nyata kebersamaan lintas agama di Kabupaten Lombok Utara.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Kehadiran umat Buddha yang ikut berbagi kepada umat Muslim dinilai sebagai contoh nyata toleransi yang hidup di tengah masyarakat Lombok Utara.

“Kehadiran saudara-saudara kita dari MBI yang turut berbagi takjil kepada masyarakat adalah bentuk persaudaraan yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, Kapolsek Tanjung AKP Surya Itawan, S.H., Sekwil SAGIN Provinsi Bali dan NTB YM. Bhadra Wardana, Ketua MBI Kabupaten Lombok Utara Krisna Dharma, Ketua Gemabudhi NTB Oki David Gandhi, tokoh masyarakat Tri Dharma Sudiana, Ketua Magabudhi KLU Rusdianto, Ketua WBI KLU Harna Wati, serta para pengurus dan umat Buddha dari enam vihara binaan MBI di Lombok Utara.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus mendukung kegiatan sosial yang mampu mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Sementara itu, Ketua MBI Kabupaten Lombok Utara Krisna Dharma menyampaikan bahwa aksi berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian umat Buddha kepada masyarakat, sekaligus penghormatan kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling membantu dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi bisa diwujudkan melalui aksi nyata seperti berbagi di bulan Ramadan ini,” kata Krisna Dharma.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh keakraban. Para pengguna jalan yang melintas pun menyambut positif aksi berbagi tersebut, yang sekaligus menjadi potret kuatnya toleransi antarumat beragama di Lombok Utara.(Niss)

Exit mobile version