Bukti Perjuangan PGRI, Imam Purwanto: Tunjangan Profesi Guru Tidak Hadir Begitu Saja, Itu Hasil Perjuangan 10 Tahun

Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto (kiri) dan Mantan Ketua PGRI Kota Mataram (kanan). (Dok Istimewa)


MATARAM, NTB (SIARPOST) – Ketua PGRI Kota Mataram, Imam Purwanto, menegaskan bahwa keberadaan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dinikmati jutaan guru di Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang PGRI selama bertahun-tahun.


Menurut Imam, masih banyak guru yang belum mengetahui sejarah lahirnya tunjangan profesi sehingga muncul anggapan bahwa organisasi guru tersebut tidak memiliki kontribusi nyata terhadap kesejahteraan guru.


“Banyak yang bertanya apa kerja PGRI. Mungkin mereka belum tahu sejarahnya. Tunjangan Profesi Guru itu tidak hadir begitu saja. Itu hasil perjuangan PGRI selama kurang lebih 10 tahun,” kata Imam Purwanto, Minggu (14/6/2026).


Ia menjelaskan, perjuangan tersebut mulai membuahkan hasil pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika TPG mulai direalisasikan pada tahun 2008.


Saat itu, kata Imam, PGRI menjadi salah satu organisasi yang paling aktif memperjuangkan pengakuan profesi guru agar memperoleh kesejahteraan yang lebih layak melalui tunjangan profesi.


“Pada masa itu belum banyak organisasi guru seperti sekarang. PGRI menjadi garda terdepan memperjuangkan TPG sampai akhirnya disetujui pemerintah,” ujarnya.


Tidak hanya memperjuangkan TPG, PGRI juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru nonsertifikasi, guru honorer, hingga guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Selain itu, PGRI juga memiliki Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) yang bertugas mendampingi guru apabila menghadapi persoalan hukum saat menjalankan tugas.


“Kalau ada guru yang bermasalah, kami tidak mungkin meninggalkan mereka. Kami akan dampingi melalui lembaga bantuan hukum yang kami miliki,” tegasnya.


Imam berharap sejarah perjuangan PGRI dapat diketahui oleh generasi guru saat ini sehingga tidak hanya melihat organisasi dari sisi iuran keanggotaan semata, tetapi juga dari kontribusi nyata yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.


“Manfaat yang diterima guru hari ini merupakan hasil perjuangan pengurus-pengurus PGRI terdahulu yang mungkin belum banyak diketahui oleh anggota,” katanya. (Red).

Exit mobile version