Nyaris Terjebak di Tengah Macet, Ambulans Diselamatkan Aksi Cepat Polisi di Mataram

MATARAM, NTB (SIAR POST) – Di tengah riuhnya kendaraan yang memadati jalanan Kota Mataram pada Rabu sore (18/3/2026), sebuah momen kemanusiaan terjadi di persimpangan lampu merah McD. Saat arus lalu lintas nyaris tak bergerak, harapan justru hadir dari kesigapan aparat kepolisian.

Sore itu, kepadatan kendaraan meningkat drastis. Selain karena aktivitas masyarakat di bulan Ramadan, situasi juga diperparah dengan momen menjelang Hari Raya Nyepi yang membuat mobilitas warga kian tinggi.

Antrean panjang kendaraan pun tak terhindarkan di salah satu titik tersibuk di kota tersebut.

Di tengah kondisi itu, sebuah ambulans yang membawa pasien menuju RSUD Kota Mataram terjebak di kepungan kendaraan. Sirine meraung, namun laju tetap tertahan. Waktu terasa begitu berharga, sementara jalan di depan tampak tak memberi celah.

Melihat kondisi darurat tersebut, personel Satuan Lalu Lintas Polres Mataram, Polda NTB yang tengah berjaga langsung bergerak cepat. Tanpa ragu, mereka turun tangan mengatur arus kendaraan secara manual, menghentikan laju dari berbagai arah, dan membuka jalur prioritas.

Dengan isyarat tegas namun humanis, petugas meminta pengendara memberi ruang. Perlahan tapi pasti, jalur untuk ambulans terbuka di tengah kepadatan yang semula nyaris tak terurai.

Dalam hitungan menit, ambulans yang sebelumnya terjebak akhirnya bisa melaju, menembus kemacetan menuju rumah sakit.

Sebuah momen sederhana, namun sarat makna, tentang kecepatan, kepedulian, dan penyelamatan.
Di persimpangan itu, para petugas tampak tetap siaga. Mereka tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga memastikan setiap pengendara memahami pentingnya memberi prioritas bagi kendaraan darurat.

Aksi tersebut pun menyentuh hati para pengguna jalan. Roy, warga Kota Mataram yang berada di lokasi, mengaku terharu melihat respons cepat polisi.

“Tadi benar-benar macet total, ambulans sempat tidak bisa jalan. Tapi polisi langsung sigap, buka jalan. Itu luar biasa, mungkin nyawa orang bisa terselamatkan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Fajar, pengendara lainnya. Ia menilai kehadiran polisi di momen seperti itu bukan hanya soal tugas, tetapi bentuk nyata kepedulian.

“Kita lihat sendiri bagaimana mereka bekerja. Di tengah padatnya kendaraan, mereka tetap fokus bantu ambulans. Itu bukan sekadar kerja, tapi panggilan kemanusiaan,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik kemacetan dan hiruk pikuk jalanan, masih ada kepedulian yang bekerja dalam diam.

Kehadiran polisi bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga menjadi jembatan bagi harapan, membuka jalan bagi kehidupan. (Red)

Exit mobile version