Sekolah untuk Warga Miskin Segera Dibangun, Dinsos Lombok Utara Kejar Target Operasional Tahun Ajaran Baru

Lombok Utara,SIARPOST – Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara mulai mempersiapkan pembangunan sekolah khusus bagi warga miskin dan rentan miskin. Meski konstruksi fisik baru dijadwalkan dimulai setelah Lebaran, pemerintah daerah tetap menargetkan sekolah tersebut sudah bisa beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.

Kepala Dinas Sosial, Fathurahman, mengungkapkan bahwa proyek ini akan berjalan berpacu dengan waktu. Pasalnya, meski target penyelesaian konstruksi dipatok hingga Oktober, kegiatan belajar-mengajar direncanakan sudah dimulai pada Juli hingga Agustus.

“Setelah Lebaran baru mulai konstruksi. Targetnya sampai Oktober. Tapi tahun ajaran baru itu sudah mulai operasional, jadi yang didahulukan itu ruang kelas dan asrama,” ujarnya,selasa 17/3/2026

Strategi ini menunjukkan pendekatan bertahap dalam pembangunan. Fasilitas utama seperti ruang belajar dan tempat tinggal siswa akan diprioritaskan agar aktivitas pendidikan bisa segera berjalan, sementara pembangunan fasilitas lainnya akan dilakukan secara paralel.

Namun, hingga kini proses penerimaan siswa masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Dinas Sosial belum membuka rekrutmen murid dan masih menunggu instruksi resmi dari kementerian terkait.

“Murid kita tinggal tunggu instruksi dari kementerian kapan rekrutmen,” kata Fathurahman.

Sekolah ini nantinya tidak dibuka untuk umum. Hanya anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang bisa mengaksesnya. Kriteria penerimaan akan difokuskan pada kelompok masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2, yakni warga sangat miskin, miskin, dan rentan miskin.

“Tidak semua bisa masuk. Itu khusus untuk desil 1 dan desil 2,” tegasnya.

Sementara itu, terkait kerja sama atau payung hukum seperti Perjanjian Kerja Sama, pihak Dinas Sosial mengakui masih dalam proses dan belum final.

Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan model sekolah berasrama, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga pembinaan yang lebih intensif.

Meski banyak hal masih menunggu kepastian dari pusat, satu hal yang jelas: waktu terus berjalan, dan Lombok Utara tengah berpacu agar sekolah ini tidak hanya berdiri, tetapi juga benar-benar bisa digunakan tepat saat tahun ajaran baru dimulai.(Niss)

Exit mobile version