Lombok utara,SIARPOST – Momen sakral dua hari besar keagamaan berpotensi bertemu di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pawai takbiran menyambut Idul Fitri 1447 H diprediksi berlangsung beriringan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Mengantisipasi gesekan dan menjaga kekhusyukan ibadah, Pemkab KLU memilih langkah tak biasa: mengalihkan rute pawai.
Keputusan ini bukan sekadar teknis lalu lintas, tetapi pesan kuat tentang pentingnya toleransi di tengah keberagaman. Kepala Bagian Kesra Setda KLU, Samsudirman, menegaskan bahwa perubahan rute merupakan hasil kesepakatan bersama demi saling menghormati.
“Ini bentuk komitmen kami menjaga harmoni. Takbiran tetap berjalan, tapi tidak mengganggu saudara kita yang sedang menjalankan Nyepi,” ujarnya.
Dalam skenario baru, pawai tidak lagi melintasi jalur padat yang berdekatan dengan area Pura Dalem. Rute dialihkan dari Alun-Alun Tioq Tata Tunaq menuju Bank NTB Syariah, lalu bergerak ke arah Tanah Song hingga berputar di depan SDN Tanak Song, sebelum kembali finis di titik awal.
Langkah ini juga diiringi koordinasi ketat dengan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan guna mengantisipasi kepadatan dan memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Di tengah penyesuaian tersebut, semangat masyarakat justru tak surut. Sebanyak 40 kontingen telah mendaftar, siap menampilkan miniatur bernuansa Islami dan lampion hias dalam balutan cahaya malam takbiran. Peserta dijadwalkan berkumpul sejak sore hari, dengan pelepasan pawai dimulai pukul 21.00 WITA.
Namun, pemerintah memberi garis tegas: tak ada ruang bagi hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban. Petasan dan minuman keras dilarang keras, sementara pengamanan akan diperketat oleh Satpol PP, aparat keamanan, dan Linmas di sejumlah titik strategis.
“Takbiran ini bukan hanya tradisi, tapi juga syiar. Kami ingin semua berjalan aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” tegas Samsudirman.
Di tengah potensi perbedaan, KLU memilih jalan tengah—merawat harmoni tanpa mengorbankan tradisi. Sebuah potret toleransi yang tak sekadar slogan, tetapi nyata di jalanan.(Niss)
