Dompu, NTB (SIAR POST) – Sebuah video yang diunggah oleh warga Hu’u, Muhammad Ali, mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan sebuah kapal berukuran cukup besar yang parkir di perairan sekitar Pantai Lakey, salah satu destinasi surfing kelas dunia di Kabupaten Dompu.
Dalam video yang diunggah melalui akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu, Muhammad Ali terlihat mendatangi kapal tersebut dan mempertanyakan keberadaan serta aktivitasnya di kawasan itu.
Kapal yang bertuliskan “Laut Barat Jakarta” itu tampak bersandar cukup dekat dengan area ombak yang selama ini dikenal sebagai spot andalan peselancar lokal maupun mancanegara.
Suara dalam video tersebut menyebutkan dugaan bahwa kapal itu merupakan milik PT Sumbawa Timur Mining (STM). Namun hingga saat ini, belum ada kepastian terkait kepemilikan kapal maupun tujuan keberadaannya di perairan Lakey.
Muhammad Ali mengaku keberatan atas aktivitas kapal tersebut. Ia menilai, posisi kapal yang terlalu dekat dengan area ombak berpotensi merusak ekosistem laut, khususnya terumbu karang.
“Kami tidak tahu kapal itu dari mana dan tidak ada sosialisasi terkait aktivitas mereka di teluk ini,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, keberadaan kapal yang menambatkan jangkar di sekitar area ombak Lakey sangat berisiko merusak terumbu karang yang selama ini menjadi faktor utama terbentuknya kualitas ombak di kawasan tersebut.
“Kalau mereka buang jangkar, itu bisa menghancurkan terumbu karang. Sementara terumbu karang itulah yang membuat ombak Lakey jadi salah satu ombak terbaik di dunia. Kalau rusak, otomatis kualitas ombak akan menurun,” tegasnya.
Dalam video itu juga terdengar warga berulang kali meminta awak kapal turun dan memberikan penjelasan terkait aktivitas mereka. Namun, awak kapal terlihat tidak merespons dan hanya memperhatikan dari atas kapal tanpa memberikan jawaban.
Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat, terutama para pelaku wisata dan peselancar yang menggantungkan kawasan Lakey sebagai sumber penghidupan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT Sumbawa Timur Mining terkait dugaan keterlibatan mereka maupun aktivitas kapal tersebut di Pantai Lakey.
Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Masyarakat berharap adanya transparansi dan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi, sekaligus memastikan bahwa kelestarian ekosistem laut di kawasan Lakey tetap terjaga. (Red)
