Dari Sembako Hingga Kursi Roda, Artadi Dorong Bantuan Tak Sekadar Bertahan Hidup

Lombok Utara,SIARPOST – Bantuan sosial kerap dipandang sekadar rutinitas tahunan. Namun bagi anggota dewan, Artadi, S.Sos., program bantuan justru harus bergerak lebih jauh: tidak hanya menjaga masyarakat bertahan, tapi juga membuka peluang agar mereka bisa mandiri. Minggu, 29/03/2026.

Melalui program pokok-pokok pikirannya (pokir), Artadi secara konsisten mengalokasikan bantuan sembako bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Setiap tahun, jumlah penerima mencapai angka signifikan. “Hampir 1.200 masyarakat menerima bantuan sembako setiap tahun, bahkan bisa lebih,” ungkapnya,Minggu 28/03/2026

Distribusi bantuan pun terus diperluas. Dalam penyaluran terbaru, dua kecamatan yakni Bayan dan Tanjung telah disentuh dengan total penerima mencapai sekitar 2.000 orang. Angka ini menunjukkan kebutuhan masyarakat yang masih tinggi, terutama di kalangan lanjut usia yang sudah tidak lagi produktif secara ekonomi.

Namun, Artadi tak ingin bantuan berhenti pada pola konsumtif. Tahun ini, ia mulai mendorong program yang lebih inklusif dengan menyasar penyandang disabilitas. Bantuan seperti kursi roda dan tongkat telah diusulkan, bahkan diperluas dengan program sembako khusus bagi penyandang disabilitas se-Lombok Utara melalui Dinas Sosial KLU.

Lebih dari itu, ia juga menginisiasi bantuan sarana dan prasarana yang dapat digunakan penyandang disabilitas untuk berkarya. “Kami usulkan alat-alat yang bisa mendukung mereka membuat kerajinan, sehingga ada nilai ekonomi yang bisa dihasilkan,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi penerima. Ia berharap Dinas Sosial dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, terutama bagi kelompok rentan, Artadi menilai program bantuan harus tepat sasaran dan berkelanjutan. “Kita ingin bantuan ini benar-benar meringankan beban hidup masyarakat, terutama mereka yang sudah lanjut usia dan tidak mampu bekerja,” tegasnya.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa bantuan sosial di Lombok Utara mulai diarahkan ke pendekatan yang lebih berdaya guna dari sekadar memberi, menjadi memberdayakan.(Niss)

Exit mobile version