ASN Inspektorat Lombok Utara Gerak Sunyi, Sisihkan Gaji untuk Yatim dan Lansia

Lombok Utara, SIARPOST– Di tengah rutinitas birokrasi yang kerap identik dengan administrasi dan pengawasan, Inspektorat Kabupaten Lombok Utara justru memilih jalur berbeda: menghidupkan empati dari dalam. Melalui gerakan santunan berbasis iuran sukarela, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Inspektorat kini menyisihkan sebagian gaji mereka untuk membantu anak yatim piatu dan lansia jompo.

Inisiatif yang mulai digulirkan pada Kamis (02/04/2026) ini menjadi langkah baru yang tidak sekadar simbolis, melainkan dibangun secara terstruktur dari internal lembaga. Tanpa seremoni berlebihan, gerakan ini berjalan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tumbuh dari kesadaran pribadi masing-masing ASN.

Kepala Inspektorat Kabupaten Lombok Utara, Heriyanto, mengatakan bahwa program ini lahir dari dorongan sederhana: membangun rasa empati di lingkungan kerja yang selama ini lebih banyak bergelut dengan tugas pengawasan.

“Saya mencoba dari hal kecil untuk menggugah saudara-saudara saya di Inspektorat, membangkitkan kesadaran dan empati kepada masyarakat yang kurang beruntung, terutama anak yatim piatu dan lansia jompo,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada kewajiban dalam program ini. Setiap ASN bebas menentukan besaran kontribusi, bahkan memilih untuk tidak ikut serta pun tidak menjadi persoalan.

“Berapa pun yang diberikan tidak masalah, yang penting ikhlas. Kalau tidak ikhlas atau merasa rugi, lebih baik tidak usah. Ini murni kepedulian, tidak ada tekanan,” tegasnya.

Gerakan ini juga tidak berjalan sendiri. Inspektorat menggandeng Forum Kepala Dusun se-Lombok Utara (FKDuslu) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Para kepala dusun berperan langsung dalam mendata warga yang benar-benar membutuhkan, sehingga distribusi bantuan tidak meleset.

Ketua FKDuslu Lombok Utara, Hairul Anam, menilai langkah ini sebagai contoh konkret bahwa kepedulian sosial bisa dimulai dari lingkungan kerja, tanpa harus menunggu program besar dari pemerintah.

“Alhamdulillah, ini kegiatan yang sangat mulia. Kami dari para kepala dusun membantu dari sisi pendataan, sementara anggaran berasal dari Inspektorat,” jelasnya.

Lebih dari sekadar bantuan materi, gerakan ini membawa pesan bahwa solidaritas sosial masih hidup di tengah sistem pemerintahan. Hairul bahkan berharap langkah ini bisa menular ke instansi lain.

“Kami mengajak para dermawan dan dermawati yang ingin menyisihkan rezekinya, bisa menitipkan kepada kami untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Program santunan ini dirancang berjalan rutin setiap bulan. Jika konsisten, bukan tidak mungkin gerakan kecil dari Inspektorat ini akan xmenjelma menjadi gelombang kepedulian yang lebih luas di Lombok Utara membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari niat sederhana.(Niss)

Exit mobile version