Sumbawa, NTB (SIAR POST) – Tim medis dari RSUD Sumbawa menemukan berbagai persoalan kesehatan serius saat melakukan pemeriksaan dalam kegiatan bakti sosial di Pulau Moyo, Desa Labuhan Aji, Kecamatan Labuhan Badas, Rabu (22/4/2026).
Dalam kegiatan dalam rangka HUT ke-5 NTBCare tersebut, sedikitnya 50 warga menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, dengan mayoritas kasus didominasi penyakit tidak menular.
Dokter dari RSUD Sumbawa, dr. Inta, mengungkapkan bahwa hipertensi menjadi penyakit paling banyak ditemukan, disusul nyeri punggung bawah (LBP) dan gangguan pada sendi lutut.
“Banyak warga mengalami hipertensi, dan ini erat kaitannya dengan pola hidup serta kurangnya kontrol kesehatan rutin,” jelasnya di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, keterbatasan akses dan jarak ke fasilitas kesehatan menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan berkala.
Selain itu, tim medis juga menemukan indikasi penyakit yang lebih serius. “Ada beberapa kasus yang mengarah ke gangguan ginjal, tapi masih perlu pemeriksaan lanjutan.
Kami juga menemukan pasien dengan penyakit prostat yang sudah cukup lama tidak mendapatkan penanganan,” ungkapnya.
Salah satu kasus bahkan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana pasien mengalami gangguan buang air kecil selama dua bulan dan membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.
Sementara itu, dr. Ibnu menyoroti tingginya angka hipertensi pada kelompok usia lanjut, yang sebagian besar tidak terkontrol dengan baik.
“Banyak pasien tekanan darahnya di atas 160. Ini berbahaya karena mereka jarang minum obat dan tidak rutin kontrol,” ujar dokter muda itu.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pasien hanya mengonsumsi satu jenis obat, padahal secara medis membutuhkan kombinasi terapi untuk mengendalikan tekanan darah.
“Seharusnya tekanan darah dijaga di bawah 140. Tapi karena pengobatan tidak optimal, kondisi mereka tidak terkontrol,” tambahnya.
Tak hanya itu, tim medis juga menemukan kasus lain seperti gangguan penglihatan pada lansia, dugaan stunting pada anak, hingga pembengkakan kelenjar getah bening yang memerlukan rujukan lanjutan.
Kasi Pelayanan Medis RSUD Sumbawa, Sri Hartini Kurniati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Jika ditemukan kasus yang memerlukan perawatan lanjutan, kami arahkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap melalui sistem rujukan online,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa kondisi geografis menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
