Lombok Utara,SIARPOST– Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara memastikan seluruh persiapan upacara dan rangkaian kegiatan pendukung telah hampir rampung.
Kepala Dikbudpora KLU, M. Najib, menyebut kesiapan pelaksanaan Hardiknas saat ini sudah mendekati 100 persen. Berbagai koordinasi lintas instansi telah dilakukan agar pelaksanaan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Persiapan bisa dikatakan hampir 100 persen. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Prokopim untuk protokol dan drumband, Pol PP untuk Paskib, termasuk penyiapan lokasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya. Sekarang tinggal menunggu hari-H saja,” ujarnya.Kamis 30/04/2026
Tahun ini, Hardiknas mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Menurut Najib, tema tersebut menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam dunia pendidikan saat ini semakin nyata, mulai dari pembangunan sarana prasarana pendidikan hingga pendirian lembaga pendidikan berbasis yayasan.
“Pendidikan ini tanggung jawab bersama. Pemerintah memang menyediakan anggaran dan kebijakan, tetapi masyarakat juga punya peran besar. Bahkan pembangunan fisik sekolah sekarang banyak dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Ini bentuk nyata partisipasi semesta,” jelasnya.
Najib menilai, kontribusi yayasan pendidikan swasta di Lombok Utara sangat signifikan, terutama dalam membantu pemerintah menuntaskan layanan pendidikan bagi anak-anak daerah.
Untuk jenjang sekolah dasar, jumlah siswa di bawah yayasan disebut hampir mencapai seperempat dari total peserta didik. Sementara pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan berbasis keagamaan seperti Tsanawiyah dan Aliyah, peran lembaga swasta bahkan lebih dominan.
“Kalau hanya mengandalkan kekuatan pemerintah, tentu tidak cukup. Yayasan dan masyarakat justru menjadi mitra besar dalam menyelesaikan pendidikan putra-putri kita,” katanya.
Selain upacara peringatan, Hardiknas tahun ini juga akan diisi dengan sejumlah agenda tambahan, seperti penyerahan hadiah bagi juara POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah), penghargaan untuk atlet NPC (National Paralympic Committee) daerah, hingga penyerahan izin operasional bagi sejumlah satuan pendidikan baru yang dikelola masyarakat.
Momentum ini dinilai menjadi simbol bahwa pembangunan pendidikan harus berjalan bersama, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui dukungan sosial yang lebih luas.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga telah menetapkan Mei sebagai Bulan Pendidikan Nasional. Meski belum seluruh rangkaian kegiatan terprogram secara rinci, Dikbudpora memastikan akan ada agenda lanjutan yang menyasar guru maupun peserta didik sebagai bagian dari semangat memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
“Ini bukan hanya seremoni tahunan. Hardiknas harus menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah investasi bersama untuk masa depan daerah,” tutup Najib.(Niss)
