MATARAM, NTB (SIAR POST) | Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Mataram belakangan ini menjadi keluhan masyarakat. Namun, hasil pemantauan Dinas Perdagangan justru menunjukkan bahwa distribusi dari agen ke pangkalan berjalan normal tanpa adanya pengurangan kuota.
Hal ini diungkapkan oleh Sri Wahyunida, Kepala Bidang Barang Pokok dan Barang Penting serta Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Mataram, saat turun langsung ke lapangan bersama tim gabungan Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram, pada Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, distribusi LPG dari agen ke pangkalan tetap sesuai kontrak, bahkan dilakukan rutin hingga tiga kali dalam seminggu. Dalam satu pangkalan, distribusi bisa mencapai ratusan tabung setiap kali pengiriman.
“Tidak ada pengurangan pasokan. Semua berjalan sesuai kuota masing-masing pangkalan,” ujarnya.
Namun, di lapangan ditemukan fakta berbeda. LPG tetap sulit didapat masyarakat, apalagi tersebar foto adanya penjualan oleh pengecer kepada pihak pengusaha.
Setelah ditelusuri, penyebab utamanya bukan pada distribusi, melainkan tingginya permintaan dan pola penjualan di tingkat pangkalan.
Menurut Sri Wahyunida, daya beli masyarakat saat ini meningkat signifikan. Bahkan, ditemukan pembelian hingga 3 sampai 5 tabung dalam satu transaksi, yang sebagian besar dilakukan oleh pengecer.
“Ini yang menjadi benang merah. Banyak pangkalan menjual lebih banyak ke pengecer dibandingkan ke rumah tangga,” jelasnya.
Padahal, aturan hanya memperbolehkan sekitar 10 persen LPG dijual ke pengecer. Namun dalam praktiknya, pangkalan sering menjual lebih banyak ke pengecer, terutama saat pembeli rumah tangga sepi.
Akibatnya, LPG yang seharusnya dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu di pangkalan, justru kembali dijual oleh pengecer dengan harga jauh lebih tinggi, bahkan mencapai Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.
Selain itu, faktor lain yang turut memicu kelangkaan adalah adanya pembelian dari warga luar Kota Mataram, seperti dari Lombok Barat, yang lokasinya berdekatan.
Kondisi ini membuat stok cepat habis di tingkat pangkalan, meskipun distribusi dari agen tetap normal.
Dinas Perdagangan pun mengimbau masyarakat untuk membeli LPG secukupnya, maksimal dua tabung, agar distribusi bisa lebih merata. (Red).
