SIAR POST – Jauh sebelum konsep layanan kesehatan universal dikenal dunia modern, peradaban Islam ternyata telah menghadirkan sistem rumah sakit yang mengedepankan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan kemanusiaan.
Sistem itu dikenal dengan nama Bimaristan, rumah sakit pada era kejayaan Islam yang berkembang pesat sekitar abad ke-10 di Baghdad.
Bimaristan berasal dari bahasa Persia yang berarti “tempat orang sakit”. Namun, tempat ini bukan sekadar rumah sakit biasa. Di masa itu, Bimaristan menjadi simbol kemajuan peradaban Islam dalam bidang kesehatan yang bahkan disebut melampaui zamannya.
Bayangkan seorang pengembara yang jatuh sakit saat memasuki gerbang Kota Baghdad. Ia akan diarahkan menuju bangunan megah di tepi Sungai Tigris.
Sesampainya di sana, pasien disambut suasana tenang dengan gemericik air mancur dan aroma terapi yang menenangkan.
Kehebatan Bimaristan bahkan dimulai sebelum bangunannya didirikan. Ilmuwan muslim terkenal, Al-Razi, disebut menggunakan metode ilmiah sederhana untuk menentukan lokasi rumah sakit.
Ia menggantung potongan daging di beberapa titik kota, lalu memilih lokasi di mana daging paling lambat membusuk sebagai tanda kualitas udara terbaik dan paling sehat.
Pengobatan Gratis untuk Kaya dan Miskin
Salah satu hal paling menakjubkan dari Bimaristan adalah sistem pelayanannya yang gratis tanpa memandang status sosial.
Saat pasien datang, petugas akan menjelaskan bahwa rumah sakit wajib merawat semua orang, baik kaya maupun miskin, penduduk lokal ataupun pendatang. Tidak ada syarat pembayaran sedikit pun.
Pendanaan rumah sakit berasal dari sistem wakaf, yakni donasi abadi berupa kebun, toko, hingga desa yang hasilnya digunakan untuk operasional rumah sakit. Konsep ini membuat layanan kesehatan menjadi hak dasar setiap manusia.
Pasien yang dirawat akan diberi pakaian bersih, sementara barang berharganya disimpan aman oleh petugas. Bangsal rumah sakit juga dipisahkan berdasarkan jenis penyakit guna mencegah penularan, sebuah konsep yang jauh mendahului standar rumah sakit modern.
Mengutamakan Kesehatan Fisik dan Mental
Di Bimaristan, penyembuhan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga kesehatan jiwa pasien.
Pasien yang mengalami kecemasan atau sulit tidur akan ditemani terapi musik, cerita penghibur, lantunan ayat suci Al-Qur’an, suara air, hingga suasana taman yang menenangkan.
Makanan pasien juga diatur secara khusus. Daging, sayuran, dan buah segar diberikan sebagai bagian dari terapi pemulihan nutrisi.
Dokter Harus Lulus Ujian Ketat
Profesionalisme tenaga medis di Bimaristan juga sangat tinggi. Para dokter diwajibkan mengikuti ujian lisensi sebelum diizinkan praktik.
Dalam catatan sejarah tahun 931 Masehi, ratusan dokter bahkan pernah dilarang praktik karena gagal memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah.
Setiap pasien memiliki rekam medis yang dicatat mahasiswa kedokteran dan ditinjau dokter senior.
