SIAR POST | dr. Cahyono Sp mengingatkan pentingnya menjaga pola makan untuk mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung. Salah satu langkah sederhana yang disarankan adalah mengurangi konsumsi “6 makanan putih” yang dinilai berlebihan dalam pola makan masyarakat Indonesia.
Dalam penjelasannya, dr. Cahyono mengatakan bahwa kebanyakan orang Indonesia terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula setiap hari tanpa disadari.
Padahal, pola makan seperti ini dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Menurutnya, makanan putih pertama yang perlu dikurangi adalah nasi putih. Ia menyarankan masyarakat mulai mengganti nasi putih dengan sumber karbohidrat yang memiliki kadar gula lebih rendah seperti kentang rebus, jagung rebus, atau beras merah.
“Usia di atas 65 tahun sebaiknya mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Memang rasanya berbeda, tetapi lebih baik untuk kesehatan,” jelasnya.
Selain nasi putih, dr. Cahyono juga meminta masyarakat mengurangi konsumsi gula pasir. Ia mengingatkan bahwa minuman manis seperti kopi dengan tambahan krimer dan gula mengandung kadar gula yang cukup tinggi.
Sebagai alternatif, ia menyarankan penggunaan gula aren atau madu yang dianggap lebih baik dibanding gula pasir biasa. Menurutnya, gula aren kini juga mulai banyak digunakan di berbagai kafe dan hotel sebagai pengganti gula putih.
Makanan putih berikutnya yang perlu dibatasi adalah tepung terigu dan berbagai makanan olahan berbahan tepung. Contohnya seperti roti, gorengan, bakwan, mi, hingga aneka kue.
dr. Cahyono menilai pola makan masyarakat sering kali terlalu didominasi karbohidrat. Misalnya, sudah makan nasi, tetapi masih ditambah mi, gorengan, kerupuk, dan minuman manis dalam satu waktu.
“Karbohidratnya banyak sekali, sementara proteinnya sangat sedikit. Ini yang membuat angka diabetes terus meningkat,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi makanan bersantan berlebihan, susu olahan seperti susu kental manis, serta konsumsi garam berlebih.
Untuk susu, dr. Cahyono lebih menyarankan susu murni langsung dari sumbernya seperti susu sapi murni atau susu kambing. Sementara untuk garam, ia menyebut garam Himalaya dapat menjadi alternatif yang lebih baik jika digunakan secukupnya.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya mengatur pola makan sejak dini. Menurut dr. Cahyono, menjaga kesehatan bukan hanya soal makan enak sesaat, tetapi juga memikirkan dampak jangka panjang bagi tubuh.
Dengan mengurangi konsumsi “6 makanan putih” dan memperbanyak makanan alami serta bergizi seimbang, masyarakat diharapkan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit degeneratif. (RED)
